
Bandung//Jabadar.com – Pembangunan tempat pembuangan sampah(TPS3R)yang berdekatan dengan Sekolah Pasundan dan Kantor kelurahan Kencanaserya lapangan olahraga sekarang baru mulai dilaksanakan pembangunan.Pembagunan TPS3R sangat di harapkan masyarakat Kelurahan Kencana selama ini karena proses dari peletakan batu pertama oleh Bupati Bandung sudah 5 bulan lamanya.Proses sosialisasi kepada masyarakat Kencana dari Dinas LH dan PUTR terus di lakukan oleh tim dari dinas LH.Jumat 13 September 2024.

Lurah Rancacek Kencana Al Azhar, S.Sos Menyampaikan “Namanya proyek pengadaan apalagi ini dulu proses pembangunan sama pihak ke tiga dan perlu ada lelang,okelah misalnya peletakan batu pertama disini mau dibangun,terus ada proses ada Lelang nanti pemenangnya dalam lelang ini, tapi sampai sekarang oihak pelaksana nya belum pernah ketemu.
Rencananya proses pemilahan akan dilakukan oleh petugas,sehingga keluar masuk sampah ke tempat TPSTR tidak mengeluarkan bau.Tentunya dari media juga sebagai sosial control harus membawakan manfaat nantinya untuk masyarakat Kencana.
Ketua KPUD Subandi Janung Widagdoe nyampaikan ke awak media” Dengan adanya pembangunan TPS3R kami sebagai warga masyarakat,Kebetulan kami diamanahi oleh Kelurahan sebagai ketua KPUD ya Kami merasa bersyukur mudah-mudahan dengan dibangunnya ini ada manfaatnya untuk masyarakat. Berkaitan dengan hal-hal lain Kaitanya dengan pelaksanaan dan lain-lain itu udah urusan kontraktor ya pelaksana ya kami belum berhubungan jauh sampai di mana ya? Karena tadi pagi pun kami hubungi. Pelaksananya nggak ada ya dari pagi ya? tapi intinya kami sebagai masyarakat yang diberikan amanah oleh Kelurahan yang merasa bersyukur itu itu saja.
Sementara nantinya kalau ini kan ada dua ini,kalau dampaknya apa yang terjadi dan kita kaji ya ini mungkin kita menginventarisir kondisi di lapangan sebelum dibangunnya TPS3R ini kan kita sudah melakukan beberapa survei pelatihan-pelatihan edukasi terhadap masyarakat
Kita ini hanya menerima sampah kering nya saja, sampah organik sampah basah itu diolah dari sumbernya masing-masing dari setiap rumah tangga. khususnya sekarang itu yang ada di 4 Rw yaitu RW 6,RW 12, RW 13 dan RW16 RW ini merupakan bagian-bagian yang sudah mulai memilah-milah sampah yang diolah dengan efikasi yang kita berikan masyarakat itu mungkin sudah Ya kalau di RW yang lain ya RW 4 RW 6 RW, Rw12 Rw13,Rw16 ini ada bagian-bagian yang mungkin sudah ada 6 tahun 5 tahun ya maka dengan adanya KPP ini kita komunitas yang tadinya Mandiri mandiri, kita jaga bumi kita ajak bersama-sama kita jadikan sebagai kelompok untuk bisa mengedukasi mengajak kepada masyarakat.
Kami sudah melakukan pelatihan-pelatihan dengan melibatkan lembaga-lembaga lain seperti yayasan bekerjasama dengan PBNU Yayasan Cheep Indonesia ini kita sudah gencar melakukan pelakepada warga masyarakat dan itu dilakukan di 4 sampai sekarang dan alhamdulillah dampaknya masyarakat sudah mulai pilah-pilah sampah dari sumbernya masing-masing nanti kalau konsep TPS3R dilaksanakan khusus menerima sampah kering nya nanti organik diolah di sumbernya masing-masing dari masing-masing untuk Satgas Citarum harum sendiri, kita-kita fire murni dari Rancaekek Kencana.

sebagai warga masyarakat Kencana di bulan Juli dan Juli itu kan ada kebakaran sarimukti maka di bulan Oktober itu kan ada sosialisasi dari dinas LH maka sosialisasi dinas LH itu, akhirnya kita sampaikan kepada seluruh warga masyarakat di Kelurahan Rancaekek Kencana pada waktu itu kan dilakukan di Kelurahan juga dengan adanya sampah itu maka pihak pemerintahan baik Lurah Pak Lurah Rancaekek Kencana beserta staf dan yang lain-lainnya itu mensosialisasikan kepada RT RW RT RW dilanjutkan ke masyarakat itu awalnya maka setelah ada intervensi sosialisasi itu ada intervensi dari dinas PU daerah untuk melaksanakan program Bedas. Oke jadi apa itu program Bedas bebas dari sampah organik semua itu kan kalau masyarakat program bagus dan ada manfaatnya untuk masyarakat, “Ungkap Janur ke awak media.
Reporter :Hidayat/ Bram
Editor :Yopi Hsp




