Garut, Jabadar.Com // Kiprah Hj. Diah Kurniasari dalam membangun ekosistem olahraga masyarakat di Garut kembali mendapat kepercayaan. Perempuan yang dikenal konsisten dan penuh dedikasi ini kembali terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Garut untuk periode kedua, 2025–2029.
Pelantikan yang digelar di Aula Kampus 4 Uniga jln terusan pahlawan, kelurahan Sukagalih, kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. turut dihadiri oleh H.Rudy Gunawan, Ketua KORMI Jawa Barat, Ir. Denda Alamsyah, S.T. Dalam sambutannya, Denda menyoroti semangat dan konsistensi KORMI Garut yang menurutnya patut diapresiasi. Ia juga menggarisbawahi pentingnya meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam berolahraga, bukan hanya mengejar prestasi dalam bentuk medali.
“Kalau dilihat secara kasat mata, semakin banyak masyarakat yang aktif berolahraga. Tapi ini perlu diukur lebih serius. Ada parameternya. Kami harap Bu Diah dan tim bisa mendorong kenaikan partisipasi ini,” ungkap Denda.
Ia juga menegaskan bahwa membandingkan satu daerah dengan daerah lain tidak selalu relevan karena karakteristik dan tantangannya berbeda. Namun yang utama, katanya, adalah bagaimana tiap daerah menunjukkan progres dalam membangun budaya olahraga di masyarakat.
Diah Kurniasari menyambut amanah periode kedua ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Menurutnya, dukungan dari KORMI Jawa Barat menjadi penyemangat tersendiri untuk terus membenahi dan mengembangkan olahraga masyarakat di Garut.
“Alhamdulillah saya diberi amanah kembali. Ini bukan hal yang ringan, tapi karena kami bekerja dengan tim yang solid dan sudah terbangun chemistrynya, saya yakin kita bisa terus bergerak maju,” ujar Diah.
Meski hanya beranggotakan 18 pengurus inti, Diah menegaskan bahwa timnya kompak dan siap bekerja maksimal. Dalam periode ini, KORMI Garut tetap mempertahankan sekitar 80% struktur pengurus sebelumnya karena dinilai sudah padu dalam kerja tim.
Garut sendiri saat ini memiliki 19 cabang induk olahraga masyarakat (inorga) yang aktif di bawah naungan KORMI. Diah menjelaskan bahwa proses pengesahan inorga memang ketat, karena harus memenuhi struktur kepengurusan dari pusat hingga kabupaten.
“Olahraga masyarakat ini bukan sekadar kegiatan fisik, tapi sudah menjadi kebutuhan untuk hidup sehat. Maka kami ingin menjadikan KORMI lebih dekat dengan warga, sebagai ruang bagi siapa saja untuk bergerak dan berdaya,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan yang berkelanjutan dan tim kerja yang solid, KORMI Garut diharapkan mampu mendorong lebih banyak masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Masa jabatan baru ini pun diharapkan menjadi momentum peningkatan partisipasi dan kualitas pembinaan olahraga berbasis komunitas. (Rus)




