GARUT, Jabadar.Com // Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Garut resmi memasuki era baru. Melalui proses penjaringan yang berlangsung sejak 16 hingga 24 Juni 2025, Ir. H. Rajab Prilyani terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kadin Garut untuk masa bakti 2025-2030. Ia menjadi satu-satunya calon yang mendaftarkan diri, dengan memenuhi seluruh syarat administratif dan verifikasi panitia seleksi.
Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh panitia pada Selasa (25/6/2025), setelah tidak ada kandidat lain yang masuk dalam bursa pencalonan hingga batas waktu pendaftaran ditutup pukul 15.00 WIB. Prosesi pelantikan dijadwalkan berlangsung di Pendopo Kabupaten Garut pada malam harinya, disaksikan oleh unsur Forkopimda, pelaku usaha, akademisi, serta tokoh masyarakat.

Dalam sesi wawancara dengan awak media, usai ditetapkan, Ir. H. Rajab menyampaikan visi besar untuk menjadikan Kadin Garut sebagai motor utama pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, Kadin tak hanya berfungsi sebagai wadah formal pelaku usaha, tetapi juga harus tampil sebagai agen transformasi ekonomi berbasis rakyat.
“Kadin akan berdiri di tengah-tengah pelaku usaha. Kita bukan sekadar simbol organisasi, tetapi kekuatan nyata dalam pembangunan. Kita ingin hadir sampai ke pelosok kecamatan, mendampingi UMKM, mencetak wirausaha baru, dan memperluas akses pasar,” tegasnya.
Rajab memaparkan sejumlah prioritas program strategis lima tahun ke depan. Di antaranya adalah penguatan UMKM melalui pelatihan keterampilan, pengembangan jejaring pasar, dan akses permodalan berbasis koperasi. Ia juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem wirausaha yang tidak bergantung pada proyek pemerintah.
Untuk itu, pihaknya akan menjalin kolaborasi aktif dengan dinas-dinas teknis, lembaga keuangan, startup teknologi, hingga pelaku usaha diaspora asal Garut yang kini menetap di luar daerah.
Dalam strategi jangka menengah, Ir. H. Rajab menaruh perhatian serius terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Menurutnya, kemitraan antara Kadin, sekolah kejuruan, kampus, dan BLK (Balai Latihan Kerja) harus diperkuat sebagai fondasi membentuk generasi siap kerja dan siap usaha.
“Jika ingin Garut punya generasi emas di 2030, kita harus mulai hari ini. Anak-anak muda harus dibekali bukan hanya dengan ijazah, tapi keterampilan, mental bisnis, dan koneksi dunia usaha. Program magang industri dan pelatihan vokasi akan kami sinergikan,” paparnya.
Rajab juga menyinggung pentingnya revitalisasi sektor-sektor ekonomi riil seperti pertanian, peternakan, dan perikanan. Ia menggarisbawahi bahwa ketahanan pangan bukan sekadar isu nasional, tetapi soal daya tahan ekonomi masyarakat di level desa.
“Petani, peternak, nelayan, pengrajin—mereka semua bagian dari denyut ekonomi Garut. Kadin akan bantu mereka naik kelas melalui pendampingan bisnis, penguatan koperasi, dan integrasi teknologi,” katanya.
Mengakhiri pernyataannya, Ir. H. Rajab menekankan bahwa Kadin akan dibangun dengan prinsip inklusivitas dan keterbukaan. Ia ingin menjadikan organisasi ini sebagai “rumah besar” bagi semua pelaku ekonomi—dari pedagang pasar tradisional hingga investor skala besar.
“Garut punya potensi besar. Tapi potensi itu butuh kepemimpinan kolektif, sinergi, dan keberanian berubah. Kadin siap menjadi simpul penggerak, bukan menara gading,” pungkasnya.
Terpilihnya Ir. H. Rajab Prilyani disambut positif oleh berbagai kalangan. Sejumlah pelaku usaha dan asosiasi perdagangan menilai sosoknya memiliki rekam jejak panjang di bidang kewirausahaan, serta dikenal aktif dalam mendorong inovasi ekonomi lokal.
Dengan kepemimpinan yang baru dan program yang terfokus, Kadin Garut di bawah Rajab Prilyani diharapkan mampu menavigasi tantangan ekonomi pasca-pandemi sekaligus membangun fondasi pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal. (Rus)




