GARUT, Jabadar.Com // Gelaran Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Sekolah Dasar (SD) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 resmi ditutup pada Sabtu, 28 Juni 2025. Penutupan kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di Stadion Gelora R.A.A. Adiwijaya, Kabupaten Garut, yang menjadi tuan rumah selama dua hari pelaksanaan.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Suryana, S.Pd., M.M.Pd., secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan yang mempertemukan bakat-bakat unggulan siswa SD se-Jawa Barat di bidang seni dan keterampilan berbasis nilai-nilai Islam.

Dalam sambutannya, Suryana menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara sejak pembukaan hingga penutupan. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dewan juri, pembina dan pendamping, para guru, serta peserta dari berbagai kabupaten/kota yang telah menampilkan karya terbaik mereka.
“Tidak terasa dua hari penuh kita lalui bersama, dengan semangat syiar Islam, semangat kebersamaan, dan semangat menumbuhkan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam di hati generasi penerus bangsa. Saya bangga menjadi bagian dari perhelatan ini,” ujar Suryana.
Ia juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi aktif dari seluruh kontingen kabupaten/kota se-Jawa Barat. Menurutnya, Pentas PAI bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang silaturahmi dan ekspresi keislaman generasi muda dalam bentuk yang kreatif dan membangun.
“Kami sangat terinspirasi oleh penampilan-penampilan yang menggugah hati, mencerminkan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam dalam setiap cabang lomba—baik tilawah, pidato, cerdas cermat, maupun seni Islami lainnya. Kalian adalah generasi harapan yang akan meneruskan perjuangan moral dan spiritual bangsa ini,” tambahnya.
Kepada para pemenang, Suryana berpesan agar tetap rendah hati dan menjadikan kemenangan ini sebagai motivasi untuk terus berkarya dan belajar. Sementara bagi yang belum meraih prestasi, ia menegaskan bahwa keberanian tampil dan proses belajar adalah kemenangan tersendiri.
“Jadikan setiap pengalaman sebagai pijakan untuk terus tumbuh. Jangan berkecil hati, karena setiap langkah menuju panggung adalah pembelajaran yang berharga,” ucapnya menyemangati para peserta.
Suryana juga menyampaikan permohonan maaf jika selama pelaksanaan terdapat kekurangan dari segi teknis, fasilitas, maupun pelayanan. Ia berharap kekurangan tersebut tidak mengurangi semangat dan keberkahan acara.
Penutupan diakhiri dengan pengumuman Kabupaten Cirebon sebagai Juara Umum Pentas PAI SD Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025, disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta dan tamu undangan.
“Selamat kepada Kabupaten Cirebon atas prestasi gemilangnya. Semoga ini menjadi motivasi bagi daerah lain untuk terus mengembangkan potensi peserta didik dalam bingkai keagamaan,” tutup Suryana.
Dengan penuh haru dan semangat, kegiatan ditutup. Para peserta dan pendamping kembali ke daerah masing-masing, membawa semangat baru untuk terus menghidupkan pendidikan agama Islam di lingkungan sekolah dasar masing-masing. (Rus)




