GARUT, Jabadar.Com // Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, Suprih Rozikin, SH., MH., anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Garut, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025 di Aula Desa Giri Awas, Kecamatan Cikajang, pada hari Jumat, 4 Juli 2025.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, pelaku UMKM, pemuda, hingga masyarakat umum. Kehadiran Suprih Rozikin, SH., MH. dalam kegiatan reses ini disambut hangat oleh warga yang berharap aspirasinya dapat diperjuangkan di tingkat legislatif kabupaten.
Dalam sambutannya, Suprih menegaskan pentingnya kegiatan reses sebagai wadah komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan konstituennya. Reses bukan sekadar agenda formal, tetapi merupakan tanggung jawab moral dan politik untuk mendengar langsung suara rakyat.
“Kami di DPRD memiliki tugas untuk merancang dan mengawal kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, melalui reses ini, saya ingin mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan, harapan, dan masukan dari warga, agar bisa kami bawa dalam pembahasan dan pengambilan keputusan di DPRD,” jelas Suprih Rozikin, SH., MH.
Sebagai Ketua Komisi II DPRD Garut, yang membidangi sektor ekonomi, pertanian, perindustrian, perdagangan, dan koperasi, Suprih menerima berbagai masukan strategis dari masyarakat Giri Awas. Beberapa isu krusial yang disampaikan antara lain:
Perlunya peningkatan infrastruktur jalan pertanian untuk memperlancar distribusi hasil tani.
Dukungan alat pertanian dan akses bibit unggul yang terjangkau bagi petani lokal.
Penguatan peran kelompok tani dan pelatihan kewirausahaan bagi pemuda desa.
Revitalisasi pasar tradisional desa sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Peningkatan akses terhadap modal usaha untuk pelaku UMKM.
Suprih juga menyampaikan bahwa Komisi II DPRD Kabupaten Garut akan terus mendorong peningkatan anggaran untuk sektor pertanian dan UMKM, karena keduanya merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan.
“Kami sadar betul bahwa mayoritas masyarakat Cikajang dan sekitarnya menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian dan perdagangan kecil. Maka penting bagi kami di Komisi II untuk fokus pada kebijakan yang pro-rakyat dan menjawab tantangan di lapangan,” tambah Suprih Rozikin, SH., MH.
Selain menerima aspirasi, Suprih juga memberikan pemaparan singkat terkait program-program strategis yang sedang dibahas di DPRD, termasuk potensi kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah dan desa dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal.
Acara reses ditutup dengan dialog interaktif dan ramah tamah antara warga dan anggota dewan. Warga menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini dapat rutin dilakukan dan ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Suprih Rozikin, SH., MH. menegaskan kembali komitmennya sebagai wakil rakyat yang hadir, mendengar, dan bertindak untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam mendorong kemajuan desa dan kesejahteraan petani serta pelaku usaha kecil di Kabupaten Garut. (Rus)




