GARUT, Jabadar.Com // Anggota DPRD Garut Dapil 5, Ghea Aprilia, melakukan kunjungan kemanusiaan dalam rangka reses Masa Sidang III Tahun 2025 dengan menyambangi keluarga Bapak Atang dan Ibu Rohimah di Kampung Cikekes, RT 01 RW 05, Desa Sukamulya, Kecamatan Singajaya, Sabtu (5/7/2025).
Kunjungan ini bukan semata bentuk pelaksanaan tugas konstitusional sebagai wakil rakyat, namun juga menjadi momentum untuk menunjukkan kepedulian sosial terhadap kondisi kehidupan warga yang masih terpinggirkan dari aspek hunian layak.
Rumah yang ditempati oleh Pak Atang dan istrinya merupakan bangunan sederhana yang kini sudah dalam kondisi sangat mengkhawatirkan. Struktur bangunannya tampak miring sehingga ditahan oleh bambu, atap rawan hampir ambruk, dan secara keseluruhan rumah tersebut nyaris roboh. Tidak ada fasilitas sanitasi yang memadai. Sementara kondisi ini menggambarkan betapa keluarga tersebut hidup dalam kesulitan yang mendalam dan memerlukan bantuan segera.
Melihat situasi itu, Ghea Aprilia menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial, di luar fungsi legislasi yang dijalankan sehari-hari. Dalam kunjungannya, Ghea Aprilia memberikan santunan berupa uang tunai dan bingkisan sembako untuk membantu meringankan kebutuhan harian keluarga tersebut.
“Kehadiran Teh Ghea bukan sekadar menengok, tapi menjadi awal dari ikhtiar kolektif agar keluarga Pak Atang bisa hidup lebih layak. Rumah ini sudah tidak aman untuk ditempati, sehingga harus segera ada solusi bersama,” ungkap Teh Ghea.
Lebih lanjut, Teh Ghea menegaskan komitmennya untuk melakukan koordinasi lintas lembaga. Ia menyampaikan bahwa akan segera menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Garut, agar ada sinergi melalui program CSR perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Garut serta dukungan dari BAZNAS Garut. Tujuannya adalah menggalang dana dan sumber daya untuk membangun kembali rumah layak huni bagi keluarga Pak Atang.
Tidak berhenti di tingkat lokal, Teh Ghea juga mengungkapkan rencananya untuk berkomunikasi langsung dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Ia berharap, keluarga ini bisa masuk dalam skema bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST), yakni program bantuan pembangunan rumah bagi warga miskin yang berada dalam kondisi tidak layak huni. Program ini selama ini menjadi solusi nyata dalam menangani permasalahan hunian warga miskin secara nasional.
Sementara itu, Yudha Puja Turnawan Ketua DPC PDI-P Kabupaten Garut yang turut mendampingi dalam kunjungan tersebut menyatakan bahwa sebagai legislator perempuan muda yang lahir dan tumbuh di Garut, dirinya memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah rakyat dan menyuarakan kebutuhan mendasar seperti hunian, pendidikan, dan kesehatan.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa di tengah geliat pembangunan, masih banyak keluarga di pedesaan Garut yang tinggal dalam keterbatasan. Rumah seperti yang ditempati keluarga Pak Atang bukanlah satu-satunya. Masih banyak rumah serupa tersebar di pelosok desa yang tak tersentuh bantuan atau perbaikan akibat keterbatasan informasi dan akses.
Oleh karena itu, Yudha mengajak semua elemen masyarakat, termasuk relawan sosial, ormas, komunitas keagamaan, hingga aparatur desa, untuk terlibat dalam gerakan gotong royong membangun rumah Pak Atang. Ia meyakini, jika semangat kolektif dan solidaritas sosial dibangun, maka penyediaan hunian yang layak bukan hal mustahil.
“Ini bukan hanya tentang satu rumah. Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk menyatukan niat baik, mengulurkan tangan, dan saling menanggung beban. Gotong royong adalah nilai luhur bangsa kita. Mari kita hidupkan kembali,” ucap Yudha penuh keyakinan.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari rangkaian reses yang dilaksanakan oleh para wakil rakyat dari PDI Perjuangan salah satunya Anggota DPRD Garut Dapil 5 Ghea Aprilia yang mengedepankan pendekatan sosial dan keberpihakan terhadap warga miskin. Ini juga merupakan perwujudan nilai-nilai Trisakti dan Pancasila dalam praktik nyata: membangun dari bawah, berdasar kebutuhan rakyat, dan memperjuangkan kesejahteraan secara kolektif.
Kunjungan di Desa Sukamulya itu diakhiri dengan doa dan harapan agar ikhtiar tersebut segera membuahkan hasil. Rencana pembangunan kembali rumah Pak Atang akan mulai disusun dalam waktu dekat setelah seluruh koordinasi lintas lembaga disepakati. PDI Perjuangan, melalui kader-kadernya, terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (Rus)




