GARUT, Jabadar.Com // Di tengah dinamika sosial dan tantangan zaman yang kian kompleks, Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nur Jamaluddin, S.H., M.H., kembali menunjukkan konsistensinya dalam menyerap aspirasi warga melalui kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025, Senin (7/7/2025).
Bertempat di Aula Local Education Center (LEC), Jalan Guntur Sari, Kelurahan Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, pemuda-pemudi, hingga tokoh masyarakat setempat.
Dalam pemaparannya, Nur Jamaluddin menekankan pentingnya pendekatan pembangunan yang berbasis potensi lokal dan disesuaikan dengan karakteristik tiap wilayah. Ia menyampaikan lima bidang pendampingan prioritas yang menjadi fokus perjuangan aspirasinya, yakni: agama, sosial, infrastruktur, UMKM, pertanian, dan peternakan.
“Kita lakukan secara bertahap dan berkala. Tahun 2025 ini mulai direncanakan agar bisa masuk dalam usulan program 2026. Harapannya pada 2027 sudah mulai terealisasi dan dirasakan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa MNJ ini.
Nur Jamaluddin juga menguraikan pendekatan spesifik untuk beberapa desa binaannya:
*Banyuresmi difokuskan pada pertanian jagung, tembakau, dan padi.
*Kadungora diarahkan untuk penguatan sektor konveksi dan produksi tekstil.
*Leles diprioritaskan pada pengembangan usaha rumahan dan produk-produk UMKM seperti kerupuk.
“Setiap wilayah memiliki kekuatan lokalnya masing-masing. Tugas kita adalah memfasilitasi dan mendampingi agar potensi itu bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Menjawab tantangan era digital, Nur Jamaluddin menekankan pentingnya pelatihan dan pendampingan berbasis teknologi digital, terutama di wilayah Tarogong Kaler dan Tarogong Kidul. Dalam kegiatan ini, ia menggandeng akademisi, Dr. Indra, seorang dosen ekonomi digital syariah, untuk memberikan wawasan tentang peluang usaha di era digital.
“Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, kita tidak bisa lagi hanya andalkan cara konvensional. Inovasi pendidikan dan pelatihan adalah kunci meningkatkan daya saing masyarakat,” tegasnya.
Program pelatihan yang diperkenalkan antara lain meliputi keterampilan digital dasar, pemasaran daring (digital marketing), penggunaan aplikasi usaha kecil, serta pelatihan kewirausahaan berbasis teknologi.
Dalam momen reses ini, MNJ juga memperkenalkan empat pilar program unggulan yang menjadi bagian dari komitmennya dalam mendampingi masyarakat:
1. MNJ Silaturahmi
– Sapa warga, sapa tokoh, serap aspirasi, dan berbagi momen.
2. MNJ Support
– Dukungan terhadap kegiatan masyarakat melalui koneksi dan bantuan pendanaan.
3. MNJ Solitions
– Hadir sebagai solusi bagi persoalan masyarakat, dengan tagline: “Apa pun masalahnya, MNJ solusinya.”
4. MNJ Law
– Advokasi hukum dan pendampingan gratis untuk warga yang membutuhkan bantuan hukum.
Nur Jamaluddin juga menyoroti pentingnya keadilan akses digital, agar pelatihan dan peningkatan kapasitas bisa menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk yang tinggal di pelosok.
“Transformasi digital tidak boleh hanya terjadi di kota. Desa juga harus melek teknologi. Kami akan dorong program pelatihan yang fleksibel dan bisa diakses baik secara daring maupun luring,” tandasnya.
Sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif menjadi ruang penting bagi warga menyampaikan aspirasi dan persoalan sehari-hari. Mahasiswa, pemuda, serta masyarakat umum terlihat antusias, terutama dalam membahas peluang usaha berbasis digital dan harapan terhadap peningkatan infrastruktur desa.
“Reses bukan hanya soal laporan, tapi bagaimana kita menjemput dan mengawal aspirasi warga menjadi kebijakan yang berdampak nyata,” tutur Nur Jamaluddin menutup pertemuan.
Melalui kegiatan ini, Nur berharap agar semangat perubahan berbasis inovasi dan keadilan sosial dapat terus mengakar di tengah masyarakat, demi mewujudkan Garut yang lebih mandiri, berdaya, dan sejahtera. (Rus)




