GARUT, Jabadar.Com // Apa yang seharusnya menjadi perayaan megah justru berubah menjadi tragedi memilukan. Tiga orang dilaporkan tewas, termasuk seorang anggota kepolisian, dalam insiden desak-desakan massa pada acara pesta rakyat di Alun-Alun Garut, Jumat malam (18/7/2024).
Acara tersebut digelar sebagai bagian dari euforia pernikahan mewah antara Putri Karlina, Wakil Bupati Garut yang juga putri dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, dengan Maula Akbar, putra dari Gubernur Jawa Barat. Namun kemegahan itu justru ternoda oleh kelalaian dalam manajemen kerumunan dan pengamanan.

Salah satu korban meninggal adalah Bripka Cecep Saeful Bahri, anggota Polres Garut yang tengah bertugas mengamankan area panggung hiburan. Dalam kekacauan yang terjadi akibat membeludaknya massa, Bripka Cecep diduga terinjak-injak. Ia sempat dilarikan ke RS Guntur, namun nyawanya tak tertolong.
Jenazah Bripka Cecep kini disemayamkan di ruang pemulasaraan jenazah RSU Guntur, menyisakan duka mendalam bagi institusi Polri dan keluarga besar korban.
Dua korban tewas lainnya yang diduga warga sipil belum diumumkan identitasnya secara resmi. Beberapa warga lainnya dilaporkan mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Slamet Garut.
Pantauan di rumah sakit menunjukkan keluarga para korban tampak dilanda kepanikan dan kesedihan. Tangis duka tak henti terdengar di lorong instalasi jenazah, menyayat hati siapapun yang menyaksikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara acara maupun jajaran kepolisian terkait kronologi insiden dan langkah tanggap darurat yang telah diambil. Tidak sedikit warganet maupun tokoh masyarakat yang mempertanyakan prosedur keamanan dan pengendalian massa dalam acara tersebut, yang digelar di ruang publik tanpa pembatasan jelas.
Redaksi Jabadar.Com akan terus memantau perkembangan peristiwa ini dan menghadirkan informasi terbaru. (**)




