GARUT, Jabadar.Com // Di tengah meningkatnya tantangan sosial dan degradasi nilai keluarga, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) menyelenggarakan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025. Acara ini digelar pada Kamis (24/7/2025) di halaman Kantor DPPKBPPPA, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Dalam sambutannya, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra), Bambang Hafidz, menegaskan bahwa peringatan ini adalah pengingat pentingnya peran keluarga dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin kompleks dan penuh tantangan.
“Kita dihadapkan pada melemahnya kepedulian sosial, lunturnya nilai gotong royong, maraknya kekerasan dalam rumah tangga, hingga penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja. Itu semua adalah sinyal bahwa ketahanan keluarga sedang diuji,” ujar Bambang di hadapan para peserta.
Ia mengajak seluruh pihak menjadikan momen ini sebagai titik balik untuk menguatkan fondasi utama masyarakat: keluarga. Bambang menggarisbawahi perlunya revitalisasi delapan fungsi keluarga—mulai dari fungsi agama hingga pelestarian lingkungan—sebagai panduan praktis untuk menciptakan rumah tangga yang sehat dan harmonis.
Peringatan ini juga membawa pesan kuat tentang perlindungan anak. Bambang mengingatkan bahwa keluarga adalah ruang pertama dan utama dalam pemenuhan hak anak, sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang telah diperbarui dengan UU No. 7 Tahun 2016.
“Anak bukan hanya masa depan bangsa, tapi mereka juga penanda bagaimana sebuah keluarga bekerja dan berfungsi,” ujarnya lagi.
Senada dengan itu, Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Yayan Waryana, menyebutkan bahwa peringatan Harganas dan HAN kali ini mengemban misi penting untuk mengajak semua elemen—negara, masyarakat, keluarga hingga individu—berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan.
“Kami ingin peringatan ini jadi momentum kolektif. Ini bukan hanya soal angka statistik kekerasan atau kehamilan remaja, tapi tentang bagaimana kita sebagai bangsa membangun generasi masa depan,” ujar Yayan.
Tahun ini, Harganas mengusung tema “Dari Keluarga Untuk Indonesia Maju”, sementara Hari Anak Nasional mengangkat tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas”—dua pesan yang saling menguatkan dalam konteks pembangunan berkelanjutan berbasis keluarga.
Rangkaian kegiatan yang digelar DPPKBPPPA selama peringatan ini mencakup evaluasi terhadap program Kampung KB, penilaian Kelompok Ketahanan Keluarga, pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) 2025, program Sekolah Lansia, hingga penilaian terhadap kinerja Tim Pendamping Keluarga.
Seluruh kegiatan itu bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat nilai-nilai keluarga sebagai tameng dari kerusakan sosial. (Rus)




