Kab. Bandung//Jabadar.com- Adalah sejarah baru tengah ditorehkan dalam pemerintahan Kabupaten Bandung.
Di bawah kepemimpinan Bupati H. Dadang Supriatna (Kang DS), lahir terobosan dalam menjawab harapan masyarakat akan pelayanan publik yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data.
Salah satu wujud nyatanya adalah implementasi sistem BIG DATA, bukan sekadar jargon, melainkan alat strategis untuk mengukur capaian kinerja secara nyata.
Di era Kang DS, data diposisikan sebagai elemen penting dalam proses pengambilan keputusan.
Hal ini hanya mungkin terjadi apabila pucuk pimpinan memiliki visi bahwa data bukan sekadar angka, melainkan fondasi evaluasi kinerja seluruh perangkat daerah.
Namun, keberhasilan BIG DATA tidak akan berjalan optimal tanpa keselarasan antara Bupati dan seluruh jajaran birokrasi dalam mewujudkan budaya kerja yang transparan dan profesional.
Melalui pendekatan ini, seluruh kebijakan menjadi terang benderang. Tidak ada lagi ruang bagi kerja-kerja fiktif atau capaian yang tidak terukur.
Setiap individu dalam birokrasi Kabupaten Bandung kini terpantau kontribusinya secara objektif.
Yang menarik, sistem ini sekaligus memangkas ruang permainan politik dalam birokrasi.
Penempatan ASN dalam jabatan struktural menjadi lebih terbuka dan rasional, karena semua pihak (publik) dapat mengakses data kinerja ASN.
Promosi, teguran, hingga sanksi bukan lagi berdasarkan kedekatan politik, melainkan didasarkan pada data obyektif yang tercatat dalam sistem BIG DATA.
Dalam konteks ini, BIG DATA bukan hanya sistem teknologi informasi, tetapi menjadi simbol karakter kepemimpinan Kang DS adalah seorang pemimpin yang lahir dari semangat pengabdian kepada masyarakat, dan berani menantang praktik lama yang tidak efektif.
Kami, masyarakat Kabupaten Bandung, bangga dan mendukung penuh inisiatif ini. Semoga ikhtiar membangun pemerintahan yang lebih terbuka dan terukur ini menjadi model baru di Jawa Barat.
Selamat dan sukses, Pak Bupati. Semoga langkah ini membawa berkah bagi Kabupaten Bandung dan menjadi inspirasi bagi daerah lain. ***
Sumber: H Agus Yasmin
Editor: Arif/Yopi




