Garut, Jabadar.Com // Senin, 4 Agustus 2025 Bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Cipadung, Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, pada Senin dini hari (4/8/2025) menyisakan duka mendalam. Sekitar pukul 04.30 WIB, hujan deras yang mengguyur sejak malam hari menyebabkan tebing setinggi beberapa meter longsor dan menghantam bagian belakang rumah milik pasangan suami istri, Engkur (37) dan Rini (26).
Rumah sederhana berukuran 45 meter persegi itu luluh lantak. Material longsoran menghancurkan dinding belakang dan menerjang kamar tidur utama tempat keluarga kecil itu tengah terlelap bersama putra mereka yang masih balita, Muhammad Jaenawi (1). Ketiganya mengalami luka-luka serius. Rini dilaporkan mengalami cedera berat di bagian kepala, sementara Engkur dan anak mereka juga harus mendapat perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat.
Menurut informasi dari pihak keluarga dan aparat desa, total kerugian material akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp150 juta. Tidak hanya kehilangan tempat tinggal, keluarga ini juga harus menghadapi trauma. Untuk sementara waktu, mereka mengungsi ke rumah kerabat terdekat sambil menanti bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
Menanggapi kejadian ini, Anggota DPRD Garut dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ghea Aprilia, turun langsung ke lokasi bencana pada hari yang sama. Ia memberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga korban.
“Saya turut berduka atas musibah yang menimpa keluarga Pak Engkur. Ini adalah duka kita bersama sebagai sesama warga Garut. Saya hadir ke sini bukan hanya sebagai wakil rakyat, tetapi juga sebagai sesama manusia yang prihatin dan ingin meringankan beban mereka,” ujar Ghea saat menyerahkan bantuan secara langsung.
Ghea juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong percepatan penanganan dari pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ia berharap agar rumah korban dapat segera dibangun kembali dan kebutuhan kesehatan keluarga bisa dipenuhi dengan layak.
Warga sekitar turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ghea Aprilia yang dinilai tanggap dan peduli terhadap musibah yang terjadi di daerah pelosok Garut tersebut.
“Kami bergerak cepat, baik dari sisi evakuasi maupun pelaporan. Saat ini fokus utama kami adalah pemulihan korban dan langkah antisipasi agar longsor tidak terjadi kembali di titik rawan lainnya,” ujar Ghea
Bencana longsor ini sekaligus menjadi pengingat akan tingginya kerentanan wilayah perbukitan di Garut Selatan terhadap ancaman bencana alam, terutama saat musim hujan. Diperlukan langkah-langkah preventif dan edukasi kebencanaan yang lebih serius agar kejadian serupa tidak kembali merenggut korban jiwa maupun harta benda. (Rus)




