GARUT, Jabadar.Com // SD Muhammadiyah 5 Garut mencatat sejarah baru dengan menjadi sekolah pertama di Kabupaten Garut yang melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh siswa. Program ini merupakan hasil sinergi Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, didukung Dinas Pendidikan, serta Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah.
Acara launching yang berlangsung meriah ini dihadiri langsung oleh Bupati Garut, jajaran pejabat Dinkes, pihak sekolah, serta tokoh-tokoh Muhammadiyah. Suasana penuh semangat dan kekeluargaan terasa sejak awal acara, mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan generasi muda.
Kepala SD Muhammadiyah 5 Garut, Hj. Kokoy Rokayah, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat penting untuk deteksi dini potensi masalah kesehatan anak.
“Kami dari pihak sekolah sangat berterima kasih kepada Dinas Kesehatan. Jika ada penyakit yang harus segera ditangani, bisa terdeteksi sejak dini, sebelum anak-anak tumbuh dewasa,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada MPKU Muhammadiyah yang berperan penting dalam membantu teknis pelaksanaan, mulai dari perencanaan, pengaturan lokasi, hingga memberi motivasi kepada tim sekolah.
“Kemarin sore kami sempat bingung soal setting tempat. Alhamdulillah, MPKU datang memberi solusi sehingga acara bisa maksimal,” tambahnya.
Pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan gigi, mata, serta edukasi pola hidup sehat. Pihak sekolah berharap program ini dapat diperluas ke seluruh sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah di Garut.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Garut, khususnya Bupati, atas perhatian yang seimbang terhadap dunia pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Di Garut ada 98 sekolah Muhammadiyah dan 72 sekolah Aisyiyah, dari Tarogong sampai Malangbong. Hari ini, tiga pilar awal Muhammadiyah pendidikan, layanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi—kembali dihidupkan,” tegasnya.
Agus menilai kegiatan ini merupakan contoh nyata pendidikan holistik, yang memadukan aspek kognitif, afektif, dan kesehatan. Tak hanya siswa, guru dan orang tua pun ikut diperiksa kesehatannya.
“Ini bukan sekadar kegiatan medis, tetapi juga pembelajaran berkesadaran yang bermakna,” ujarnya.
Muhammadiyah berharap, kegiatan ini menjadi awal gerakan bersama membentuk generasi sehat, kuat, dan unggul, sejalan dengan visi Garut Hebat dan Berkelanjutan.
“Kami percaya keberpihakan Bapak Bupati terhadap pendidikan negeri maupun swasta berjalan adil. Semoga perhatian kepada sekolah swasta yang tumbuh dari masyarakat terus ditingkatkan,” kata Agus.
Ia pun berharap Bupati dapat menyambangi seluruh sekolah Muhammadiyah yang tersebar di Garut, agar menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus belajar dan berkembang.
Acara diakhiri dengan momen haru, ketika seluruh siswa dan guru secara serempak mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. (Rus)




