Garut, Jabadar.Com // Halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut pada Selasa pagi (12/8/2025) berubah menjadi pusat keramaian. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan warga sudah memadati area tersebut. Mereka datang dengan membawa tas belanja, bahkan sebagian membawa karung, siap untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari pasaran.
Acara ini merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah yang digelar serentak di 26 titik Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat, diprakarsai oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kejaksaan Republik Indonesia ke-80 sekaligus HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Di stand-stand yang berjajar rapi, tersedia berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dan gula pasir. Harga yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar, sehingga menarik minat warga dari berbagai kecamatan di Garut.
“Saya beli beras 5 kilogram cuma Rp55.000, padahal di pasar biasanya sudah Rp65.000 lebih,” ujar Yani (43), warga Tarogong Kidul, sambil tersenyum puas.
Tidak hanya beras, minyak goreng kemasan dijual mulai Rp13.500 per liter, telur ayam Rp25.000 per kilogram, dan gula pasir Rp14.000 per kilogram. Semua barang ludes diborong warga hanya dalam waktu beberapa jam.
Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Helena Octavianne, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian Kejaksaan terhadap masyarakat, khususnya di tengah harga pangan yang fluktuatif.
“Inisiasi ini datang dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, dilaksanakan serentak di seluruh Kejari pada 12 Agustus 2025. Tujuannya sederhana namun sangat penting: membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus memperkuat ketahanan pangan,” ujar Helena.
Helena juga menegaskan bahwa pasar murah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata sinergi antara lembaga penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan.
Selain transaksi jual beli, pasar murah ini juga menciptakan suasana kebersamaan yang kental. Petugas dari Kejari Garut bersama Dinas Ketahanan Pangan tampak sigap membantu warga memilih barang dan menjaga ketertiban antrean. Beberapa warga bahkan memanfaatkan momen ini untuk berdialog ringan dengan aparat Kejaksaan.
Helena berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk terus menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Momentum HUT Kemerdekaan dan HUT Kejaksaan ini kami maknai dengan hadir langsung di tengah masyarakat, berbagi manfaat, dan membangun kedekatan. Semoga langkah ini menjadi inspirasi dan berkelanjutan,” tutupnya. (RUS)




