Garut, Jabadar.Com // Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Garut tahun 2025 memasuki tahap akhir. Setelah menjalani proses seleksi ketat dan latihan intensif selama tiga bulan, tim yang terdiri dari putra-putri terbaik Garut ini siap mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2025 mendatang.
Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Garut, Heri Juliardi Taupik, menjelaskan bahwa latihan sudah dimulai sejak tiga bulan lalu. Pada awalnya, kegiatan dilaksanakan setiap hari Minggu di Lapangan Sekretariat Daerah (Sekda) Garut. Setelah tiga kali pertemuan yang fokus pada penguasaan dasar Peraturan Baris-Berbaris (PBB), latihan dipindahkan ke Alun-alun Garut.

“Di alun-alun ini kita melakukan pemetaan lapangan, mengenali situasi dan kondisi. Baru mulai 8 Agustus kemarin, kita latihan penuh bersama TNI untuk persiapan maksimal, terutama membangun kesiapan mental para calon Paskibraka,” jelas Heri.
Heri menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan hanya soal mengerek bendera. Dibalik momen sakral itu, ada tanggung jawab besar yang menuntut ketenangan, ketepatan, dan kematangan mental.
“Paskibraka harus memiliki mental yang kuat. Mengibarkan bendera itu tidak semudah kelihatannya. Ada proses panjang dan konsentrasi penuh saat bertugas,” tegasnya.
Untuk tahun 2025, jumlah anggota Paskibraka Garut adalah 37 orang, terdiri dari 35 anggota untuk tingkat kabupaten dan 2 perwakilan ke tingkat provinsi Jawa Barat. Proses seleksi dilakukan secara berjenjang, dimulai dari 900 peserta yang mendaftar di seluruh wilayah Garut, meliputi daerah selatan, utara, barat, timur, dan tengah.
Tahap awal seleksi menghasilkan 25 peserta terbaik dari masing-masing 6 wilayah. Kemudian, di tingkat kabupaten, 150 peserta kembali disaring hingga menyisakan 37 orang terbaik.
“Ini representasi pelajar terbaik Garut, dari berbagai penjuru daerah. Saat seleksi mereka masih kelas 1 SMA, dan sekarang sudah naik ke kelas 2,” kata Heri.
Selain latihan PBB, para anggota Paskibraka juga mengikuti latihan gabungan dengan pasukan Yonif 303, khususnya Pasukan 45 yang melambangkan semangat perjuangan dalam susunan pasukan 8-17-45. Persiapan teknis pun dilakukan secara detail, termasuk pengecekan kondisi tali bendera, tiang, pengait, hingga bendera pusaka.
“Semua sudah kami pastikan siap untuk dikibarkan pada 17 Agustus nanti,” ujar Heri.
Heri mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Garut, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, hingga Kesbangpol yang menjadi penanggung jawab kegiatan ini.
“Seragam, asrama, hingga seluruh kebutuhan latihan disediakan Pemkab melalui anggaran daerah. Bahkan, Dinas Kesehatan menyiapkan tim medis, dokter, dan ambulans selama latihan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca panas sering membuat peserta kelelahan, namun dengan penanganan cepat dari tim medis, para anggota Paskibraka bisa kembali berlatih dan tetap semangat.
Heri berharap kegiatan ini menjadi momentum membangun Garut sebagai kabupaten yang ramah pemuda, dengan ruang luas untuk mengembangkan potensi mereka.
“Mereka ini adalah putra-putri terbaik yang sudah lolos seleksi dari tingkat sekolah, wilayah, kabupaten, bahkan provinsi dan nasional. Potensi ini harus dimanfaatkan pemerintah daerah untuk kemajuan Garut,” ujarnya.
Ia pun meminta dukungan doa dan moril dari seluruh masyarakat Garut agar pada hari H nanti, Paskibraka 2025 dapat menjalankan tugas dengan sempurna.
“Semoga 17 Agustus nanti bendera merah putih dapat berkibar megah, menjadi simbol persatuan dan kebanggaan kita semua,” tutup Heri.
(Rus)




