GARUT, Jabadar.Com // Pemuda adalah wajah masa depan bangsa. Dengan semangat itulah Forum Komunikasi Nasionalis Garut menggelar Sarasehan Pemuda bertajuk “Peran Pemuda dalam Menjawab Berbagai Persoalan di Kabupaten Garut” yang berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Selasa (19/8/2025). Acara ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan, tokoh politik, hingga aktivis muda yang berkomitmen mendorong lahirnya gagasan baru demi kemajuan Garut.
Sejumlah tokoh penting hadir sebagai narasumber, di antaranya Ganjar Pranowo, mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode sekaligus tokoh nasional, Yudha Puja Turnawan, Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan Komisi IV, Okke M. Hadits, Ketua DPD KNPI Garut, Anwar Maulana, Ketua Baresan Incu Putu Pangauban, serta Atie Nurul Faujiah dari DPC GMNI Garut yang memandu jalannya kegiatan.

Dalam pemaparannya, Yudha Puja Turnawan menegaskan bahwa sarasehan ini tidak sekadar forum diskusi, melainkan ruang kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan.
“Forum ini digagas oleh Forum Komunikasi OKP Nasionalis sebagai bagian dari KNPI. Tujuannya, menggali ide dari berbagai organisasi kepemudaan, termasuk KNPI di tingkat kecamatan, agar bisa dirumuskan menjadi program nyata yang relevan dengan kebutuhan daerah,” ujar Yudha.
Menurutnya, persoalan strategis di Garut tidak bisa hanya ditangani pemerintah. Mulai dari tingginya angka putus sekolah, masalah stunting, pengentasan kemiskinan, hingga pemberdayaan penyandang disabilitas, semuanya membutuhkan energi dan keterlibatan aktif generasi muda.
“KNPI Garut harus bisa menjadi mitra strategis pemerintah, bukan hanya menyuarakan gagasan, tetapi juga ikut mengawal pelaksanaan kebijakan agar tepat sasaran dan berpihak pada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ganjar Pranowo menyoroti tantangan global yang kini dihadapi generasi muda. Menurutnya, perkembangan teknologi, arus informasi, hingga kehadiran kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan besar yang tidak bisa dihindari.
“Pemuda Garut harus siap menghadapi zaman. Informasi, teknologi, dan AI bisa menyapu apa saja. Maka kuncinya, terus belajar, jangan berhenti. Bentuk komunitas, bangun jaringan, dan aktif memberi kontribusi. Itu cara kita bertahan dan berkembang,” tegas Ganjar.
Ganjar juga mengingatkan, peran pemuda tidak boleh sebatas menjadi penonton, melainkan harus berani tampil di garis depan perubahan sosial, ekonomi, dan politik.
Sarasehan ini diwarnai dengan diskusi interaktif, di mana para pemuda menyampaikan pandangan terkait kondisi aktual di Garut. Beberapa isu yang mengemuka antara lain: keterbatasan lapangan kerja, rendahnya literasi digital di kalangan pelajar, serta masih terbatasnya ruang kreatif yang bisa menampung potensi pemuda di bidang seni, budaya, dan olahraga.
Hasil diskusi akan dirumuskan sebagai rekomendasi bersama yang nantinya disampaikan kepada pemerintah daerah dan dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun program kepemudaan.
“Kita ingin gagasan yang lahir di sini tidak berhenti hanya sebagai wacana, melainkan ditindaklanjuti menjadi program konkret yang mampu mengubah wajah Kabupaten Garut,” ujar Okke M. Hadits, Ketua KNPI Garut.
Melalui kegiatan ini, terlihat jelas bahwa pemuda Garut tidak hanya diajak berpikir kritis, tetapi juga diarahkan untuk mampu berperan sebagai agen perubahan sosial. Dengan semangat kolaborasi, mereka diharapkan bisa menjadi kekuatan moral sekaligus penggerak pembangunan yang berpihak pada masyarakat.
“Garut membutuhkan pemuda-pemuda yang tidak hanya lantang menyuarakan kritik, tetapi juga mampu menawarkan solusi dan menjadi bagian dari pelaksanaannya. Itulah makna sejati dari pemuda sebagai motor perubahan,” pungkas Yudha Puja Turnawan.
Acara Sarasehan Pemuda Garut ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif generasi muda. Bahwa tantangan zaman boleh semakin berat, tetapi dengan visi, solidaritas, dan aksi nyata, pemuda Garut diyakini mampu tampil sebagai garda terdepan membawa daerahnya menuju masa depan yang lebih baik. (Rus)




