GARUT, Jabadar.Com // Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) terus dilakukan oleh para pendidik di Kabupaten Garut. Salah satunya melalui kegiatan Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Coding yang digagas oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Garut.
Kegiatan berskala nasional ini resmi dibuka pada Selasa (26/08/2025) di Pendopo Kecamatan Garut Kota, dan akan berlangsung selama tiga hari penuh. Dua hari pertama digelar di lokasi terpisah dengan sistem kelompok, sedangkan pada hari ketiga, seluruh peserta berkumpul di Pendopo untuk sesi pleno dan praktik.
Menurut panitia, sedikitnya 1.200 guru TK dan PAUD dari berbagai kecamatan di Kabupaten Garut hadir sebagai peserta. Jumlah tersebut mencerminkan antusiasme tinggi para tenaga pendidik untuk terus memperbarui metode pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman.
Workshop menghadirkan narasumber utama Anastasia Arum Sari, D.M.Pd., Kepala PG-TK Pangudi Luhur Yogyakarta yang dikenal sebagai praktisi pendidikan anak usia dini dengan pengalaman panjang. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pembelajaran mendalam (deep learning) yang bukan sekadar mengajarkan anak menghafal, tetapi menumbuhkan pemahaman, rasa ingin tahu, serta keterampilan problem solving sejak dini.
Selain itu, topik pengenalan coding juga menjadi daya tarik tersendiri. Coding diperkenalkan bukan dalam bentuk rumit, melainkan sebagai media pembelajaran logika dan kreativitas melalui permainan interaktif, pola, serta cerita digital sederhana yang sesuai dengan usia anak.
Ketua Umum HIMPAUDI, Dr. Betti Nuraini, M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa kompetensi guru PAUD harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab tuntutan perkembangan teknologi sekaligus kebutuhan anak.
“Guru tidak lagi cukup hanya mengajarkan baca, tulis, dan hitung. Di era digital, anak-anak harus dibekali dengan cara belajar yang menyenangkan, relevan, dan melatih keterampilan berpikir kritis sejak dini. Workshop ini menjadi salah satu langkah penting menuju ke arah itu,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, hasil dari workshop diharapkan tidak berhenti hanya pada tataran teori, tetapi benar-benar diimplementasikan di setiap lembaga PAUD dan TK di Garut.
Sementara itu, perwakilan PGRI Kabupaten Garut menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi lintas organisasi pendidik ini. Menurutnya, kegiatan seperti workshop nasional ini bukan hanya meningkatkan kapasitas guru, tetapi juga memperkuat solidaritas antarpendidik dalam mewujudkan layanan pendidikan yang lebih baik.
PGRI menegaskan bahwa dukungan terhadap guru PAUD harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk pemerintah daerah, karena pondasi kualitas generasi masa depan terletak pada pendidikan usia dini.
Salah satu peserta, Yani, guru TK asal Kecamatan Samarang, mengaku sangat terbantu dengan materi yang disampaikan.
“Biasanya kami mengajar dengan metode konvensional. Setelah ikut workshop ini, saya mendapat banyak inspirasi, terutama cara membuat pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai perkembangan zaman,” ungkapnya.
Ke depan, panitia merencanakan tindak lanjut berupa pendampingan berkelanjutan agar materi workshop dapat diimplementasikan secara nyata di setiap satuan PAUD dan TK.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kualitas pembelajaran anak usia dini di Kabupaten Garut dapat meningkat signifikan. Guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga fasilitator yang membimbing anak tumbuh menjadi generasi cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Workshop nasional ini pun menjadi momentum penting bahwa transformasi pendidikan harus dimulai sejak usia dini, melalui guru yang terus belajar dan berinovasi. (Rus)




