GARUT, Jabadar.Com // Dinas Pertanian Kabupaten Garut, bersama Kementerian Pertanian dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan, hari ini (28/08/2025) melakukan monitoring dan evaluasi rantai pasok jagung di tingkat pedagang pengepul atau *offtaker*. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau data stok dan harga jagung pipil kering di Kabupaten Garut, memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bagi para peternak dan industri.
Monitoring dilakukan di dua lokasi utama: **PD. Indra Niaga** di Kecamatan Karangpawitan dan **PD. Putra Sejati** di Kecamatan Sucinaraja.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari berbagai instansi, antara lain:
* **Kombes Pol. Arly Jembar Jumhana, S.I.K., M.H.** dan **Kombes Pol. Indra Gunawan, S.I.K., M.H.** dari Satgas Pangan Mabes Polri.
* **Indah Sulistio Rini, S.TP.** dari Kementerian Pertanian RI.
* **Aden Kurniawan, SST., MP.** dan **Teguh M. Subagja, S.St.** dari Dinas Pertanian Kabupaten Garut.
* Perwakilan Polres Garut dan Polda Jawa Barat.
#### **Hasil Temuan di Lapangan**
Berdasarkan hasil tinjauan, diperoleh informasi penting mengenai kondisi stok dan harga jagung:
* **PD. Indra Niaga (Karangpawitan):**
* Stok jagung pipil kering: **250 ton** dengan kadar air 14-15%.
* Harga beli dari petani: sekitar **Rp6.200 – Rp6.400 per kg**.
* Harga jual: **Rp6.700 per kg** untuk penjualan ke peternakan ayam petelur di wilayah Tangerang, dengan pesanan (PO) 200 ton hari ini.
* **PD. Putra Sejati (Sucinaraja):**
* Stok jagung di gudang: sekitar **170 ton** dengan kadar air 15-17%.
* Harga beli dari petani: **Rp6.200 – Rp6.300 per kg**.
* Harga jual: **Rp6.500 per kg** ke PT. Malindo, dengan kapasitas pengiriman 100 ton per kali.
#### **Faktor Kenaikan Harga dan Produksi Jagung**
Kenaikan harga jagung pipil kering saat ini salah satunya disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari petani karena telah memasuki **akhir masa panen** dan akan segera masuk **masa tanam** berikutnya.
Menurut Ir. Nandar dari PD. Indra Niaga, stok jagung di gudangnya biasanya akan berkurang atau bahkan kosong pada periode September hingga Januari karena tidak ada lagi pasokan panen.
Secara keseluruhan, data yang dihimpun menunjukkan bahwa produksi jagung pipil kering di Kabupaten Garut hingga **Juli 2025** telah mencapai **400.711 ton**. Ini menunjukkan bahwa Garut memiliki potensi besar sebagai sentra produksi jagung.
Kegiatan monitoring ini diharapkan dapat memberikan data yang akurat bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan yang tepat guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, khususnya komoditas jagung, di wilayah Garut dan sekitarnya. (Rus)




