GARUT, Jabadar.Com // Jum’at 5 September 2025 — Suasana halaman Masjid Nurul Huda, Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang, selama tiga hari berturut-turut (3–5 September 2025) dipenuhi semangat syiar Islam dan keceriaan masyarakat. Festival Qasidah, Marawis, dan Hadroh yang diselenggarakan oleh Panitia Festival DKM Nurul Huda berhasil menarik perhatian warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.
Acara yang bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus melestarikan seni budaya Islami ini ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang, Jumat malam (5/9). Kapolsek Samarang, AKP Hilman Nugraha, S.H., hadir langsung dalam penutupan festival tersebut. Dalam wawancara oleh Media Jabadar, beliau memberikan apresiasi yang tinggi kepada para peserta, panitia, dan masyarakat yang telah mendukung penuh jalannya acara.
“Saya sangat mengapresiasi semangat anak-anak muda, para peserta, dan seluruh panitia yang telah menghadirkan festival ini. Bukan hanya sekadar lomba seni Islami, tetapi juga sebagai sarana memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta melestarikan tradisi positif di tengah masyarakat,” ujar AKP Hilman.
Kapolsek Samarang AKP Hilman Nugraha, menyerahkan penghargaan berupa piala dan piagam kepada para pemenang festival. Menurutnya, kegiatan seni Islami seperti ini layak untuk terus dilanjutkan dan bahkan dikembangkan lebih luas di masa mendatang.
Selain Kapolsek, Kepala Desa Cintakarya, Soma Suhendi, turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan festival.
“Festival ini bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar mencintai syiar Islam melalui seni. Saya ucapkan terima kasih kepada DKM Nurul Huda, panitia, peserta, dan masyarakat yang dengan antusias hadir serta mendukung acara ini,” tutur Soma.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Nurul Huda, Ustad Dedi Nurodin, menekankan pentingnya masjid sebagai pusat kegiatan umat, bukan hanya ibadah ritual, melainkan juga ruang untuk syiar, dakwah, dan kebudayaan Islami.
“Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT, festival ini berjalan lancar. Masjid Nurul Huda kita hidupkan dengan berbagai kegiatan positif yang bermanfaat, termasuk melalui seni Qasidah, Marawis, dan Hadroh. Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah dan memberi inspirasi bagi generasi mendatang,” ungkap Ustad Dedi.
Masyarakat yang hadir tampak antusias menyaksikan penampilan finalis hingga momen pengumuman juara. Panitia menyampaikan bahwa festival ini rencananya akan dijadikan agenda rutin tahunan, mengingat respon positif dari warga serta nilai dakwah yang terkandung di dalamnya.
Dengan adanya festival ini, diharapkan Desa Cintakarya semakin dikenal sebagai desa yang aktif melestarikan seni budaya Islami sekaligus menjaga kebersamaan dan persaudaraan antarwarga. (Rus)




