GARUT, Jabadar.Com // Suasana duka menyelimuti keluarga besar Yayasan Muhamad Khopia Darussalam, Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, setelah wafatnya Ustadz Yasin Dinar, Pimpinan yayasan sekaligus tokoh ulama yang disegani di wilayah tersebut.
Pada Kamis (11/9/2025), Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto beserta jajaran hadir langsung untuk melayat dan memberikan takziah. Kehadiran jajaran Polres Garut ini menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus wujud kedekatan aparat kepolisian dengan ulama serta tokoh agama.
Kapolres Garut menyampaikan doa terbaik untuk almarhum yang semasa hidupnya dikenal konsisten membina santri, aktif dalam dakwah, serta berkontribusi besar dalam kegiatan sosial-keagamaan di Kabupaten Garut.
“Semoga almarhum husnul khatimah, segala amal ibadah beliau diterima Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan,” ucap Kapolres.
Tak hanya jajaran Polres Garut, hadir pula Kapolsek Samarang, AKP Hilman Nugraha, S.H. yang mendampingi Kapolres selama kegiatan takziah. Ia menilai wafatnya Ustadz Yasin merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Garut, khususnya bagi kalangan santri dan umat Islam di Samarang.
“Beliau adalah ulama yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap dan akhlak. Kehilangan beliau tentu meninggalkan duka mendalam, terutama bagi santri dan masyarakat yang pernah dibina. Kami dari Polsek Samarang turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya,” ujar AKP Hilman.
Lebih lanjut, Hilman menegaskan bahwa keberadaan polisi di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga menjalin hubungan erat dengan para ulama.
“Kami selalu berupaya dekat dengan tokoh agama karena peran mereka sangat penting dalam menjaga kerukunan, ketenteraman, serta membimbing generasi muda. Kehadiran kami di sini juga sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhum,” tambahnya.
Takziah tersebut dihadiri ratusan pelayat yang terdiri dari keluarga besar yayasan, tokoh agama, aparatur desa, dan masyarakat sekitar. Doa bersama dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Kepala Desa Cintakarya, H. Ujang Saefullah, juga menyampaikan rasa kehilangan mendalam.
“Almarhum bukan hanya guru bagi santri, tapi juga panutan bagi warga. Kehidupan beliau selalu dicurahkan untuk kepentingan umat. Mudah-mudahan keteladanan beliau bisa terus dilanjutkan oleh kita semua,” ucapnya.
Suasana haru terlihat ketika para santri yang dibina langsung oleh almarhum turut membacakan doa dan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Bagi mereka, Ustadz Yasin bukan sekadar guru, melainkan orang tua yang sabar dan penuh kasih dalam mendidik.
Dengan kehadiran Kapolres Garut dan Kapolsek Samarang, kegiatan takziah ini juga menunjukkan eratnya sinergi antara aparat kepolisian dan ulama. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus terjaga demi mewujudkan keamanan, ketertiban, dan kerukunan di tengah masyarakat Garut. (Rus)




