GARUT, Jabadar.Com // Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 dengan penuh syukur dan semangat kebersamaan. Selama dua hari, rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai perlombaan tingkat SMP (Madya) dan SMA (Wira) se-Kabupaten Garut, hingga puncak acara yang ditutup dengan jalan santai bersama masyarakat.
Perlombaan yang digelar meliputi pertolongan pertama, perawatan keluarga, tandu darurat, desain poster, paduan suara, rangking 1, video edukasi, senam cuci tangan, serta promosi kesehatan (Promkes). Dari kompetisi tersebut, SMAN 1 Garut berhasil meraih juara umum tingkat Wira, sementara SMPN 1 Bayongbong menjadi juara umum tingkat Madya.
Para pemenang mendapatkan piala dan piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Ketua PMI Garut, dr. H. Helmi Budiman. Tak hanya itu, hadiah utama berupa perlengkapan rumah tangga dan elektronik juga turut diberikan kepada peserta yang beruntung.
“Momen ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk apresiasi bagi semangat generasi muda dalam menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Helmi.
Di balik kemeriahan, PMI Garut juga menegaskan komitmennya untuk menjawab tantangan besar dalam pemenuhan kebutuhan darah. Berdasarkan data, kebutuhan darah di Kabupaten Garut tahun 2024 mencapai sekitar 26 ribu kantong per tahun.
Namun, hingga kini stok darah kerap mengalami kekurangan karena belum semua produk darah dapat diproduksi di Garut. Beberapa produk seperti Fresh Frozen Plasma (FFP) masih harus diproses di Bandung, sementara PMI Garut baru mulai memproduksi Washed Red Cell (WRC) secara lokal.
“Stok darah ini kurang karena terkendala alat dan jumlah. Ada yang harus dipenuhi tapi produksinya masih sedikit,” jelas perwakilan PMI Garut.
Untuk menutup kebutuhan tersebut, PMI Garut menargetkan bisa mengumpulkan 3.000 kantong darah per bulan atau 36 ribu kantong per tahun.
“Insya Allah dengan target 3.000 per bulan, kebutuhan darah masyarakat Garut bisa terpenuhi. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah mendonorkan darahnya demi kemanusiaan,” tambahnya.
Dorong Donor Pemula dan Edukasi Masyarakat
Selain memperkuat stok darah, PMI Garut juga fokus melahirkan lebih banyak donor pemula. Edukasi dan motivasi dilakukan melalui jejaring PMI kecamatan serta relawan aktif yang mengajak masyarakat untuk mendonorkan darahnya.
“Dengan donor darah, selain menyehatkan tubuh, juga bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Nilai kemanusiaannya luar biasa,” tegasnya.
Melalui momentum HUT ke-80 ini, PMI Garut berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya donor darah, sehingga kebutuhan darah di Kabupaten Garut dapat tercukupi secara mandiri tanpa harus bergantung pada daerah lain. (Rus)




