GARUT, Jabadar.Com // Kondisi jalan di Kampung Pasir Waru, tepatnya Jalan Sampalan RT 03 RW 04 Desa Saribakti, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, kian memprihatinkan. Jalan yang seharusnya menjadi akses vital penghubung masyarakat antarwilayah, kini berubah menjadi jalur rusak parah dan hampir tidak bisa digunakan.
Menurut warga, jalan ini merupakan penghubung utama antara Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya. Namun, kerusakan yang sudah berlangsung cukup lama membuat mobilitas warga terganggu, bahkan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak lagi bisa melintas dengan normal.
Idang, Ketua Pemuda setempat, menuturkan bahwa kerusakan jalan sudah melewati batas kewajaran. “Jalan Sampalan ini adalah jalan penghubung dengan Tasikmalaya dan jalan ini sudah tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelas Idang dengan nada kecewa.
Ia menambahkan, rusaknya akses ini berdampak langsung pada kegiatan ekonomi masyarakat. Banyak warga yang kesulitan membawa hasil pertanian, perdagangan, hingga akses menuju fasilitas umum seperti sekolah maupun pelayanan kesehatan.
“Padahal jika jalan ini diperbaiki, perekonomian masyarakat akan tumbuh karena jalan ini satu-satunya urat nadi warga Pasir Waru,” tegasnya.
Kekecewaan warga semakin besar karena sampai saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah. Warga merasa seperti dianaktirikan, padahal jalan tersebut bukan hanya melayani kebutuhan internal kampung, tetapi juga menjadi jalur strategis penghubung antar-kabupaten.
Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Garut segera turun tangan, baik melalui program perbaikan jalan skala prioritas maupun bantuan langsung agar aktivitas warga kembali normal. “Kami berharap besar kepada pemerintah, terutama Pemkab Garut, untuk segera memperhatikan kondisi ini. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” pungkas Idang.
Kondisi jalan rusak parah di Desa Saribakti ini mencerminkan masih banyaknya persoalan infrastruktur di wilayah selatan Garut yang belum tersentuh pembangunan. Jika pemerintah terus menutup mata, bukan hanya perekonomian yang lumpuh, tetapi juga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah bisa semakin terkikis. (Jurnalis Burhan)




