
Kab. Bandung//Jabadar.com – Momentum peringatan Hari Perhubungan Nasional tahun 2025 bertajuk “Bhakti Transportasi Untuk Negeri” digunakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten untuk menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan transportasi massal bagi masyarakat berbasis Bus Rapid Transit (BRT) guna mengatasi kemacetan diwaktu yang akan datang.
“BRT ini adalah jawaban atas berbagai persoalan dan isu kemacetan di kabupaten Bandung diwaktu mendatang,” Kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Drs. Hilman Kadar, M.Si. setelah mengikuti apel upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional di lapangan Upakarti, Soreang, Senin (22/9/2025).
Hilman kadar menyebut setiap tahun kita melaksanakan hari perhubungan tingkat nasional mulai dari tingkat kementrian, provinsi dan kabupaten dan hari ini bertepatan dengan hari Olah raga Nasional dan Kesadaran Nasional.
“Untuk pelaksanaan tingkat Provinsi dilaksanakan Pada hari Sabtu (20/09) kemarin tempatnya di STTD Bekasi, dan untuk kabupaten Bandung dilaksanakan pada hari Senin,(22/9/2025),” ujarnya.
Hilman menjelaskan sesuai instruksi Bupati Bandung Dr.H.M. Dadang Supriatna, S.Ip.M.Si., bahwa peringatan hari perhubungan nasional tahun ini jangan hanya seremonial saja melainkan marilah kita introspeksi dan evaluasi dan bagaimana pelayanan transportasi itu dapat melayani masyarakat dengan aman, nyaman, handal, dan selamat.
Selain itu untuk menjawab isu kemacetan, kata Hilman, Dishub Kabupaten Bandung mengembangkan Tranportasi Massal yaitu BRT yang saat ini telah tergabung dalam BRT Bandung Raya. Untuk koridor di kabupaten Bandung ada 8 yang sudah operasional baru ada 3. Insyaallah kedepannya akan kita kembangkan. BRT ini penting supaya masyarakat cenderung memilih transportasi publik
“Selain kapasitas besar, ber AC, lebih nyaman, dan keselamatan pun terjamin karena para drivernya terpilih yang telah mempunyai sertifikat safety Driving, sehingga bisa mereduksi penggunaan angkutan pribadi pada saat masyarakat menggunakan transportasi. Jadi adanya BRT itu penggunaan kendaraan pribadi masyarakat dijalanan dapat berkurang sehingga upaya kami mengurangi kemacetan bisa optimal,” ujar Hilman.
Menyangkut kesiapan insfratruktur, Hilman memaparkan bahwa untuk kenyamanan dan keselamatan transportasi dijalan, Dishub kabupaten Bandung telah menggandeng mitra-mitra koperasi angkutan umum, Organda, supaya koperasi bisa berkembang dan sarana transportasi bisa terjamin keamanan lewat pengujian kendaraan bermotor berkala. Kemudian mereka reward berupa sertifikat kendaraan tersebut layak pakai dan bisa digunakan transportasi publik untuk masyarakat.***
Reporter: Arif
Editor: Yopi




