
Kab. Bandung // Jabadar.com– Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional setiap tahun pada tanggal 23 September oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Untuk pertama kali, Hari Bahasa Isyarat Internasional dirayakan pada tahun 2018, dengan beragam tema berbeda setiap tahunnya. Keberagaman tema tiap tahun ini dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak dan pentingnya bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas pendengaran.
Di Kabupaten Bandung sendiri untuk Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) Pekan Tuli Internasional (PTI) tahun 2025 diisi dengan seminar bertajuk ”Tidak Ada Hak Asasi Manusia Tanpa Hak Bahasa Isyarat ” di Gedung Moh. Toha, Soreang, Minggu (28/9/2025)

Kegiatan seminar ini digagas oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Kesejahteraan Untuk Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung.
Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Dinsos Kabupaten Bandung, Herry Heryawan dan ratusan peserta dari Gerkatin.
Herry Heryawan saat membuka acara tersebut menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemkab Bandung terhadap kegiatan positif ini.
Ia menyebut merupakan kewajiban bagi pemerintah untuk membantu dan melindungi para penyandang disabilitas serta memberikan akses yang sama dalam segala bidang kehidupan.
Sementara itu, Ketua pelaksana sekaligus penanggung jawab organisasi Gerkatin Kabupaten Bandung, M. Rohman lewat penerjemah juru bicara bahasa isyarat menyebut tahun ini kami mengisi peringatan HBII dengan silaturahim dan seminar.
Ia meminta kepada pemerintah dan masyarakat untuk jangan melihat kami sebelah mata.
“Karena sejujurnya kami ingin diperlakukan sama berdasarkan prinsip kesetaraan baik dibidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan,” kata Rohman.
Ia Berharap pemerintah bisa memberikan perhatian yang lebih kepada penyandang disabilitas dalam hal memudahkan mengakses informasi dengan penyediaan seperti juru bahasa isyarat atau media visual,, dan TV di setiap kantor instansi, kantor kecamatan, dan kantor pelayanan rumah sakit.
”Sehingga memudahkan kami dalam mendapatkan dan memahami setiap informasi, salah satunya dengan penempatan juru bicara bahasa Isyarat,” pungkasnya.***
Reporter: Arif
Editor: Yopi




