GARUT, Jabadar.Com // Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menghadiri acara Pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Teknis Khusus Kementerian Sosial RI yang berlangsung di Aula Gedung Dinas Sosial Kabupaten Garut, Jumat (3/10/2025).
Acara pelantikan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, dan Kepala Dinas Sosial Garut, Aji Sekarmaji.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 348 Sumber Daya Program Keluarga Harapan (SD PKH) resmi dilantik menjadi P3K. Selain itu, terdapat 31 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) serta 4 pendamping rehabilitasi sosial (Resos) yang juga diangkat.
Menurut Yudha, pelantikan ini menjadi momentum penting bagi penguatan sistem kesejahteraan sosial di Kabupaten Garut.
“Setelah dilantik menjadi P3K, saya berharap para SD PKH, TKSK, dan pendamping Resos dapat bekerja dengan integritas tinggi, pengabdian dari hati, dan selalu hadir untuk masyarakat Garut. Karena itu sejalan dengan tagline Kementerian Sosial: selalu ada untuk rakyat,” jelas Yudha.
Ia menegaskan bahwa status baru sebagai ASN di bawah Kementerian Sosial memberikan konsekuensi yang lebih besar, baik dari sisi tanggung jawab maupun kesejahteraan.
“Sekarang mereka sudah menjadi bagian dari ASN tingkat pusat dengan jumlah total 438 orang di Kabupaten Garut. Tentu ini harus dimaknai sebagai kesempatan untuk bekerja lebih optimal dalam pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat,” tambahnya.
Dengan adanya tambahan tunjangan sebagai ASN P3K, Yudha meyakini kinerja para tenaga sosial ini bisa lebih maksimal dalam membantu kelompok-kelompok rentan.
“Kelompok dhuafa, penyandang disabilitas, hingga masyarakat miskin ekstrem harus merasakan dampak nyata dari keberadaan mereka. Jangan hanya sekadar status, tapi benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata di lapangan,” tegas Yudha.
Sebagai wakil rakyat, Yudha juga menitipkan pesan agar para tenaga yang baru dilantik tidak melupakan tujuan utama pengabdian.
“Harapan saya, mereka bekerja sepenuh hati untuk rakyat Garut. Pengabdian ini bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa. Karena kesejahteraan sosial adalah tanggung jawab bersama, dan mereka kini menjadi garda terdepan dalam tugas mulia ini,” pungkasnya. (Rus)




