GARUT, Jabadar.Com // Tim kebanggaan Garut, Maung Garut Tandang, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam laga dramatis semifinal Liga 4 Serie 2, tim asuhan pelatih David Sopian ini berhasil melaju ke partai final setelah mengalahkan tim tangguh Vs Family lewat adu penalti dengan skor tipis 9-8, setelah bermain imbang pada waktu normal.
Pertandingan yang digelar di lapangan sepak bola jayaraga itu berlangsung sengit sejak awal. Kedua tim sama-sama tampil ngotot dan disiplin dalam bertahan, hingga laga berakhir imbang dan harus ditentukan lewat adu penalti.
Menejer Maung Garut Tandang, Opik Saba, menyampaikan rasa syukurnya atas hasil luar biasa tersebut. Menurutnya, kemenangan ini tidak lepas dari semangat juang tinggi para pemain serta kekompakan seluruh tim.
“Alhamdulillah, kita bersyukur bisa melaju ke final. Ini hasil kerja keras semua pemain, pelatih, dan ofisial yang tidak kenal lelah sejak awal turnamen. Kami bermain dengan hati dan menjaga semangat pantang menyerah,” ujar Opik Saba.
Ia menambahkan, meskipun pertandingan berjalan ketat dan melelahkan, para pemain tetap fokus hingga babak adu penalti. “Mental pemain diuji. Tapi mereka tetap tenang dan percaya diri. Ini yang membuat kami bisa menang,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Umum Maung Garut Tandang, H. Yono Ali Masum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain dan jajaran tim yang sudah bekerja keras membawa nama Garut ke babak final. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari pembinaan yang konsisten dan dukungan penuh masyarakat Garut.
“Saya sangat bangga dengan perjuangan anak-anak Maung Garut Tandang. Mereka bermain dengan hati, disiplin, dan punya semangat luar biasa. Tapi perjuangan belum selesai, kita harus fokus untuk pertandingan final nanti,” ucap H. Yono.
Ia juga berharap dukungan masyarakat Garut terus mengalir agar tim Maung Garut Tandang semakin bersemangat menghadapi laga puncak.
Di sisi lain, Pelatih Maung Garut Tandang, David sopian, mengungkapkan bahwa keberhasilan timnya menembus final adalah hasil dari strategi matang dan kekompakan tim di semua lini. Menurutnya, latihan intensif dan komunikasi antar pemain menjadi faktor penting dalam laga semifinal ini.
“Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik. Anak-anak bermain sesuai instruksi, menjaga ritme, dan sabar menghadapi tekanan. Saat penalti, kami hanya berpesan: main lepas dan percaya diri. Hasilnya, alhamdulillah, berbuah manis,” kata David.
Ia menambahkan, tim akan segera melakukan evaluasi untuk memperbaiki beberapa aspek menjelang laga final, terutama dalam penyelesaian akhir dan penguasaan bola di lini tengah.
“Target Kami: Juara dan Mengharumkan Garut”
Ketiganya sepakat bahwa langkah Maung Garut Tandang belum berhenti sampai di sini. Mereka berkomitmen untuk memberikan penampilan terbaik di partai final dan membawa pulang trofi juara sebagai kado bagi masyarakat Garut.
“Kami ingin memberikan yang terbaik untuk Garut. Semoga di final nanti semua bisa berjalan lancar dan Maung Garut Tandang bisa mengangkat piala,” pungkas Opik Saba.
Dengan semangat juang tinggi dan mental juara yang terus terjaga, Maung Garut Tandang kini tinggal selangkah lagi menuju sejarah baru di pentas Liga 4 Serie 2. (Rus)




