GARUT, Jabadar.Com // Liga 4 Serie 2 tingkat Kabupaten Garut resmi berakhir dengan kemenangan tim Maung Garut Tandang sebagai juara. Keberhasilan itu mengantarkan tim kebanggaan warga Garut ini untuk mewakili daerah di Liga 4 Serie 2 tingkat Provinsi Jawa Barat, yang dijadwalkan akan kick-off pada 25 Oktober 2025 mendatang.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Kabupaten Garut, Yuyus M. Kartawiredja, menyampaikan rasa syukur atas berakhirnya penyelenggaraan Liga 4 Serie 2 tingkat kabupaten dengan sukses.
“Alhamdulillah, hari ini kita sampai di ujung perjalanan Liga 4 Serie 2 tingkat kabupaten. Untuk juara di tingkat kabupaten, mereka akan mewakili Garut di tingkat provinsi, artinya mereka akan berkompetisi di Liga 4 Serie 2 tingkat provinsi yang rencananya akan kick-off tanggal 25 Oktober 2025,” ujar Yuyus kepada wartawan.
Menurut Yuyus, Garut telah resmi ditunjuk oleh Asprov PSSI Jawa Barat sebagai tuan rumah pembukaan dan penutupan Liga 4 Serie 2 tingkat provinsi.
“Rencana pembukaan akan dilaksanakan di SOR RAA Adiwijaya Garut. Asprov sudah menunjuk kita sebagai tuan rumah pembukaan dan penutupan, dengan peserta yang merupakan hasil dari Liga 4 Serie 2 di masing-masing kabupaten,” jelasnya.
Yuyus mengingatkan bahwa waktu persiapan yang dimiliki Maung Garut sangat singkat, sehingga perlu memaksimalkan latihan dan strategi sebelum kompetisi dimulai.
“Tim Maung Garut harus mempersiapkan diri sebaik mungkin agar pada 25 Oktober nanti bisa tampil maksimal dan membawa nama Garut lebih baik lagi di tingkat provinsi,” tambahnya.
Selain di Serie 2, Kabupaten Garut juga memiliki wakil di Liga 4 Serie 1, yaitu Persigar Garut, yang dijadwalkan akan mulai bertanding pada 1 November 2025.
“Kita sangat bangga karena Garut memiliki dua wakil. Di Serie 2 ada Maung Garut, dan di Serie 1 ada Persigar. Harapan kita, keduanya bisa berprestasi dan memberikan kebanggaan bagi masyarakat Garut,” ujar Yuyus.
Lebih lanjut, Yuyus menjelaskan bahwa hingga saat ini jadwal pertandingan Serie 2 di tingkat provinsi belum dirilis secara resmi, karena masih ada beberapa kabupaten yang belum menuntaskan turnamen tingkat kabupaten.
“Untuk Serie 1 sepertinya sudah siap karena peserta sudah baku, tetapi untuk Serie 2 masih menunggu beberapa kabupaten menyelesaikan kompetisi. Jadi kami belum menerima salinan jadwal resmi dari Asprov,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan mekanisme promosi di Liga 4, di mana empat tim terbaik di Serie 2 tingkat provinsi akan promosi ke Serie 1.
“Kalau perwakilan Garut, misalnya Maung Garut, bisa menembus semifinal atau empat besar, otomatis akan promosi ke Serie 1 tingkat provinsi. Karena itu kami berharap hasil dari Liga 4 Serie 2 ini bisa melahirkan tim-tim berkualitas yang bisa berbicara banyak di level yang lebih tinggi,” kata Yuyus.
Terkait penyelenggaraan, Yuyus menegaskan bahwa event ini merupakan kolaborasi lintas lembaga, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
“Liga 4 ini merupakan Piala Gubernur dengan operatornya Asprov PSSI Jawa Barat. Kami bekerja sama dengan Dispora Provinsi. Di tingkat kabupaten, ketika Persigar ditunjuk menjadi tuan rumah, ada kolaborasi antara Persigar, Asprov, PSSI Kabupaten Garut, dan Dispora Garut,” terangnya.
Ia menambahkan, kolaborasi ini menjadi contoh sinergi positif dalam membangun sepak bola daerah agar lebih profesional dan berprestasi.
“Semua pihak bekerja sama untuk menyukseskan Liga 4 Serie 1 maupun Serie 2. Ini bukan sekadar turnamen, tapi bagian dari pembinaan sepak bola Garut menuju level yang lebih kompetitif,” pungkas Yuyus. (Rus)




