Kota Bandung//Jabadar.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan AL-kasyaf Bakti Mulya yang berada di Kelurahan Cipadung Kota Bandung.Menghadapi kegaduhan serius antara mitra ibu Vina Gartika, dengan pihak pengelola, yang mengakibatkan banyak permasalahan yang terjadi seperti “SMP 5 Muslimin Cibiru yang tidak mendapatkan kiriman Menu Makan Bergiji Geratis (MBG)untuk Siswa selama satu hari.
Berbagai keluhan muncul, antara lain mitra menjual beras ke SPPG dengan harga Rp18.000 per kilo padahal seharusnya Rp13.000 perkilo sesuai standar. Selain itu, bahan untuk MBG berupa ayam 10 kilo juga dijual ke tukang seblak oleh penjual oleh seseorang. Pihak supplier ayam yang berinisial U menjelaskan” Bahwa ia telah mengirimkan pesanan sesuai Purchase Order (PO) yaitu 1 kintal 80 kilo. Namun, pegawai SPPG yang dipercaya mitra,berinisial A dan D menyampaikan, “menjual 8 kilo ayam dari sisa pesanan serta ada banyak kasus pencurian di dapur MBG ungkapnya.
Kepala SPPG Cibiru, Muhammad Fajar, yang di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa dapur telah disetop sementara. “Ini pelangaran berat dan pihak mitra bahkan tidak mau menghubungi saya,” ujarnya. Selasa 9 Desember 2025.
Saat dikofirmasi awak media melalui telepon, Ibu Pina Gartika selaku Mitra SPPG Cibiru tidak mau mengangkat telepon dan malah memblock .
Namun banyak alasan yang terjadi di sampaikan oleh sodara A dan D terkait penutupan dapur , pegawai tidak nyaman, banyak kolektor yang menagih, sering terjadi pencurian, dan harga bahan tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.ungkap Narasumber.
Keluhan dari empat sekolah, yaitu SDN 168 Cipadung, SMP 5 Muslimin Cibiru, MI Nurul Huda, dan MI Mat Lahul Atfal.terkait Insentif dari keempat sekolah mulai tanggal September 24 sampai saat ini belum diberikan oleh mitra, dengan setiap sekolah berhak mendapatkan Rp.600.000 ribu perpriode. Tapi sampai saat ini belum di berikan, Sangat disayangkan padahal uang insentif udah ada di Mitra yaitu Pina Gartika.
Aswan Anggota DPRD kota Bandung Komisi 4 Fraksi Nasdem,ketika dikonfirmasi oleh awak Media Menyampaikan” Tadinya permasalahan ini saya akan pasilitasi dengan jalan duduk bersama, tetapi Pihak mitra yaitu Pina Gartika saat di undang cuma menjanjikan dan tidak datang ke lokasi. Untuk menanggapi masalah ini malah di hubungi juga hp nya ga aktif.
Aswan sebagai anggota DPRD dari Praksi Nasdem Kota Bandung menambahkan, “Kalau masalah ini tidak ada penyelesaian dari dua belah pihak dan tidak ada itikad baik dari Pina Gartika sebagai Mitra bisnis MBG untuk bertemu. Ini akan menjadi bola panas dan akan menjadi kerugian besar bagi penerima mangpaat dan merugikan negara,yang selama ini jangan sampai program makan gizi geratis menjadi bancakan oknum dari pihak mitra.
Sampai berita ini di muat,pihak Mitra yang bernama Pina Gartika belum memberikan jawaban klarifikasi ke awak media.
Pihak Yayasan Al-kasyaf dan pengelola SPPG menyampaikan,” Kami sedang berusaha mencari solusi bersama Dinas pendidikan dan Intansi terkait yang ikut andil dalam program MBG di Kota Bandung. Untuk menyelesaikan kegaduhan ini secepat mungkin, Pihak Pemerintah bisa memanggil dan menyelesaikan masalah ini.supaya program MBG bisa kembali berjalan dengan baik dan insentif sekolah bisa segera diterima sesuai haknya. Karena ini program Pa Presiden yang sangat baik untuk anak Bangsa.
Writer : Tim korlap
Editor : Yopi




