Bandung Barat, Jabadar.Com // (16/1/2026) Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kabupaten Bandung Barat sukses menyelenggarakan Konferensi Daerah (KONDA) ke-V Tahun 2026 dengan mengusung tema “Desentralisasi Peran dan Penguatan Struktur Demi Terwujudnya Pelajar Islam yang Berkelanjutan”. Kegiatan tersebut digelar di Aula Utama Gedung Serba Guna Yayasan Bina Siswa Madani Boarding School Jawa Barat, Jalan Terusan Kolonel Masturi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Konferensi Daerah sebagai forum musyawarah tertinggi di tingkat daerah ini dibuka secara resmi oleh M. Azizi Rois, S.Pd.I., M.Pd., M.M., C.HBTS, C.ILI., perwakilan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Kabupaten Bandung Barat sekaligus Ketua Yayasan Bina Siswa Madani Boarding School.
Dalam sambutannya, Azizi Rois menekankan pentingnya peran strategis pelajar Islam di tengah tantangan bonus demografi Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang besar sekaligus tantangan serius yang harus direspons dengan penguatan kapasitas generasi muda.
“Bonus demografi Indonesia hari ini menuntut kesiapan generasi pelajar. PII yang sejak 1947 telah mengambil bagian dalam perjalanan bangsa, harus kembali mempertegas perannya sebagai wadah pembinaan pelajar, khususnya di Bandung Barat, agar mampu mencetak kader muslim yang cendekia, berjiwa pemimpin, berwawasan global, serta berjuang untuk Islam dan bangsa,” ungkapnya.
Azizi juga menegaskan bahwa gerak perjuangan PII harus senantiasa berpijak pada nilai dasar organisasi, yakni Catur Bakti sebagai fondasi kaderisasi serta nilai Lambaro yang menanamkan kepemimpinan, akhlak, amanah, dan semangat perjuangan. Paparan tersebut disimak dengan penuh khidmat oleh seluruh peserta yang memadati ruangan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi PD PII KBB dalam menjaga eksistensi organisasi.
“Kami dari Keluarga Besar PII mengapresiasi ikhtiar pengurus PD PII KBB yang terus berjuang membangun organisasi. Konferensi Daerah ini adalah bukti nyata komitmen tersebut. Harapannya, PD PII KBB ke depan semakin kuat dengan kaderisasi yang masif dan program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya menutup sambutan.
Sementara itu, Ketua Umum PD PII KBB, Sofwatul Mutaqin, menjelaskan bahwa Konferensi Daerah V memiliki tiga agenda utama.
“KONDA ini menjadi forum evaluasi dan proyeksi organisasi dengan agenda laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2024–2025, penyusunan program kerja 2026–2027, serta regenerasi kepemimpinan PD PII Kabupaten Bandung Barat,” jelasnya.
Selain agenda persidangan, Konferensi Daerah V juga dirangkaikan dengan Seminar Nasional Kepemudaan bertema “Menangkal Bahaya Judi Online di Era Disrupsi yang Marak di Kalangan Pelajar”. Seminar ini menghadirkan narasumber dari Direktur Tjokro Guru Bangsa Institute serta Kepala Kepolisian Resor Cimahi, dan dipandu oleh Moderator Habib. Diskusi berlangsung dinamis dan memantik antusiasme para peserta yang merupakan pelajar dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Bandung Barat.
Menambah semarak kegiatan, sebelum memasuki agenda persidangan yang dipimpin oleh jajaran Pengurus Wilayah PII Provinsi Jawa Barat, para peserta disuguhkan penampilan seni budaya karawitan dari pelajar Bina Siswa Madani Boarding School yang menghadirkan nuansa kearifan lokal dalam forum nasional pelajar tersebut.
Konferensi Daerah V PD PII Kabupaten Bandung Barat ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, melahirkan kepemimpinan baru, serta meneguhkan peran pelajar Islam dalam menjawab tantangan zaman. (Rus)




