GARUT, Jabadar.Com // Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut menunjukkan komitmennya dalam melindungi hak serta kesehatan psikologis anak dengan melakukan kunjungan langsung ke Sekolah YBHM Senin 12 Januari 2026, sebagai respons atas kondisi yang berpotensi memengaruhi kenyamanan proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Kepala Bidang Perlindungan Anak DPPKBPPPA Kabupaten Garut, LinLin, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dilaksanakan melalui Bidang Perlindungan Anak sebagai tindak lanjut dari arahan pimpinan, sekaligus bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap situasi yang tengah dihadapi pihak sekolah.

Hal tersebut disampaikan LinLin saat dikonfirmasi oleh Media Jabadar Garut. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan, penguatan, serta dukungan psikososial bagi peserta didik dan tenaga pendidik di lingkungan Sekolah YBHM.
“Alhamdulillah, kedatangan kami disambut dengan baik oleh Wakil Kepala Sekolah YBHM. Pihak sekolah merasa terbantu dengan kehadiran DPPKBPPPA, khususnya dalam memberikan konseling dan pendampingan bagi anak-anak maupun guru,” ujar LinLin.
Menurutnya, pendampingan ini menjadi sangat penting mengingat adanya persoalan sengketa tanah wakaf yang terjadi di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak psikologis, baik berupa rasa takut, cemas, maupun trauma, khususnya bagi anak-anak yang masih berada dalam tahap tumbuh kembang.
Lin Lin menegaskan bahwa permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah tidak boleh sampai mengganggu hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang aman dan nyaman.
“Kami berharap persoalan yang ada tidak sampai menimbulkan trauma psikologis bagi anak-anak. Anak harus tetap merasa aman, terlindungi, dan fokus pada kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihak sekolah juga berharap adanya dukungan berupa motivasi dan penguatan mental, tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi para guru dan tenaga pendidik yang turut terdampak secara psikologis akibat situasi tersebut.
Dengan hadirnya DPPKBPPPA melalui Bidang Perlindungan Anak, pihak sekolah merasa mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah. Hal ini dinilai penting sebagai upaya bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak serta responsif terhadap persoalan sosial yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis warga sekolah.
Ke depan, DPPKBPPPA Kabupaten Garut berharap dapat menjalin kerja sama yang berkelanjutan dengan pihak Sekolah YBHM. Selain itu, pihaknya juga mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang memiliki layanan pendukung, seperti tenaga psikolog profesional.
“Di UPTD terdapat layanan psikolog yang siap membantu anak-anak. Kami berharap fasilitas dan layanan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu menghilangkan rasa takut dan kecemasan anak, agar mereka tetap merasa nyaman dan berani melanjutkan sekolah di sana,” tambah LinLin.
Ia menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat.
Melalui langkah ini, DPPKBPPPA Kabupaten Garut menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, pendampingan, serta memastikan terpenuhinya hak-hak anak, khususnya dalam situasi yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis dan keberlangsungan pendidikan mereka. (Rus)




