GARUT, Jabadar.Com // Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Yayan Waryana, meninjau langsung kegiatan belajar mengajar siswa-siswi Sekolah YBHM yang telah kembali masuk sekolah seperti biasanya, pada Selasa (26/01/2026), pasca terjadinya sengketa tanah wakaf yang sempat berdampak pada aktivitas pembelajaran.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas DPPKBPPPA didampingi oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak, LinLin, sebagai bentuk kehadiran Pemerintah dalam memberikan rasa aman, perlindungan, serta dukungan psikososial kepada anak-anak agar tetap semangat menjalani proses pendidikan.

Yayan Waryana menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan kondisi siswa tetap baik, tidak mengalami tekanan psikologis, serta dapat kembali belajar dengan tenang dan nyaman setelah situasi yang sempat menimbulkan kekhawatiran.
Setelah melalui berbagai pendekatan dan kunjungan langsung maupun melalui zoom meet, akhirnya kami bisa mendorong pihak sekolah utk melakukan pembelajaran tatap muka setelah hampir 2 minggu melalui daring
“Yang paling utama bagi kami adalah keselamatan, kenyamanan, dan hak anak untuk tetap mendapatkan pendidikan. Anak-anak tidak boleh menjadi korban dari persoalan orang dewasa. Kehadiran kami di sini untuk memberi semangat dan memastikan mereka bisa kembali belajar dengan rasa aman,” ujar Yayan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui DPPKBPPPA akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan perlindungan anak tetap menjadi prioritas, serta mendukung penyelesaian persoalan dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.
“Kami ingin anak-anak fokus belajar, bermimpi, dan menata masa depan. Negara hadir untuk melindungi hak mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Anak, LinLin, menekankan pentingnya pemulihan kondisi psikologis anak pasca situasi yang tidak menentu, termasuk dengan menciptakan suasana sekolah yang kondusif dan ramah anak.
“Anak-anak membutuhkan rasa aman dan dukungan dari semua pihak. Guru, orang tua, dan lingkungan sekolah memiliki peran besar dalam memastikan anak merasa nyaman, tidak takut, dan kembali percaya diri,” tutur LinLin.
LinLin juga mengajak para siswa untuk tetap semangat belajar, saling menguatkan satu sama lain, serta tidak ragu menyampaikan perasaan atau keluhan kepada guru dan orang dewasa yang dipercaya.
Meskipun pembelajaran dengan seadanya bahkan menggunakan tikar tidak mengurangi semangat untuk belajar, mereka senantiasa memperjuangkan haknya untuk mendapat ilmu yang bermanfaat,’ jelas Linlin
Kehadiran Kepala Dinas dan jajaran DPPKBPPPA ini disambut hangat oleh pihak sekolah, guru, dan para siswa. Suasana sekolah tampak kembali kondusif dengan aktivitas belajar mengajar yang berjalan normal.
Melalui kunjungan ini, DPPKBPPPA Kabupaten Garut berharap sekolah YBHM dapat terus menjalankan proses pendidikan secara optimal, serta menjadi lingkungan yang aman dan ramah bagi anak, meskipun sempat menghadapi tantangan akibat sengketa tanah wakaf.
Pemerintah Kabupaten Garut menegaskan komitmennya untuk selalu mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, serta memastikan setiap anak tetap memperoleh hak pendidikan tanpa gangguan, demi terwujudnya Garut yang layak anak dan berkeadilan. (Rus)




