Kab. Bandung, Jabadar.com// Dalam rangka menata ulang dan mensinkronkan tata kelola infrastruktur demi tercapainya pembangunan daerah sesuai visi Kabupaten Bandung Lebih Bedas, pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) menggelar kegiatan Forum Jasa Konstruksi (FJK) Tahun 2026, bertempat di Hotel Sutan Raja Soreang, Rabu (4/2/2026}.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pihak-pihak yang berkepentingan di sektor konstruksi, mulai dari praktisi, asosiasi profesi, hingga jajaran perangkat daerah, bertajuk “Tertib Penyelenggaraan Jasa Konstruksi dalam Meningkatkan Kualitas Infrastruktur untuk Mewujudkan Kabupaten Bandung Lebih Bedas Menuju Indonesia Emas 2045″.
Makna dari kegiatan tersebut adalah pentingnya pemahaman regulasi dan standar kualitas dalam setiap proyek fisik di wilayah Kabupaten Bandung sehingga setiap pembangunan infrastruktur dipastikan telah memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan dan tersertifikasi laik.
Pemerintah Kabupaten Bandung sekarang ini tengah gencar-gencarnya menekan angka pengangguran melalui sektor jasa konstruksi sebagai salah satu andalan bagi terserapnya tenaga kerja dalam jumlah besar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa, mengatakan bahwa forum komunikasi jasa konstruksi adalah upaya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk mensinergikan dan mengharmonisasikan semua pemangku kepentingan dengan tujuan mencetak tenaga kerja yang mumpuni untuk siap bersaing di pasar internasional.
Salah satu langkah konkret, tambah Zeis, dengan membekali para tenaga kerja dengan kemampuan teknis dan bahasa dengan cara mengikuti Pelatihan Vokasional dan Bahasa, selain pelatihan keterampilan teknis seperti pasang girder, las baja dan lainnya.

Zeis menyebut peluang moratorium kerjasama antara pemerintah pusat dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk membekali 200 tenaga kerja lokal dengan pelatihan vokasional sebelum dikirim ke luar negeri.
“Menyusul tingginya minat perusahaan luar negeri seperti Jepang terhadap ketertarikan pada tenaga kerja Indonesia yang mereka nilai memiliki etos kerja tinggi, ramah, dan ulet,” tuturnya.
Selain itu, dalam forum tersebut, Zeis menekankan pentingnya sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi bukan sekadar formalitas melainkan pemenuhan manfaat yang didapat dari sertifikasi tersebut yaitu berupa penyerapan tenaga kerja, peningkatan kompetensi, dan peningkatan pendapatan (upah).
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan manfaat sebagai upaya bersama mewujudkan visi Kabupaten Bandung Lebih Bedas dengan penciptakan sumber daya manusia yang mumpuni, unggul dan berdikari,” tutupnya.***
Editor: Arif/Yopi




