GARUT, Jabadar. Com || Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut, Ilham Faturohman, S.M., didampingi Sekretaris dan Bendahara DPC PDI Perjuangan Garut, menggelar silaturahmi dengan Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, pada Senin (09/02/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Ketua DPRD Garut tersebut juga dihadiri oleh anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan, yakni Dadan Wandiansyah, S.IP. dari Komisi II serta Ghea Afrilia, S.Kep., Ns dari Komisi III.
Ilham Faturohman menjelaskan, silaturahmi ini merupakan bagian dari agenda kepengurusan baru DPC PDI Perjuangan Garut untuk memperkenalkan struktur kepengurusan sekaligus memperkuat komunikasi politik dengan pimpinan legislatif di Kabupaten Garut.
“Kami kepengurusan baru di DPC PDI Perjuangan Garut bersilaturahmi dengan Pimpinan DPRD Kabupaten Garut, Pak Aris Munandar. Selain memperkenalkan kepengurusan baru, kami juga berdiskusi terkait berbagai isu yang menjadi perhatian masyarakat Garut,” ujar Ilham.
Menurut Ilham, sejumlah isu strategis dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari penanganan kemiskinan, agenda pengawasan DPRD, hingga penguatan peran legislatif dalam menjalankan fungsi dan tugasnya di dalam ekosistem pemerintahan daerah.
“Pengawasan itu ada tiga fungsi DPRD. Sebagai partai politik, kami tentu memiliki agregasi dan artikulasi kepentingan masyarakat. Karena kita punya fraksi di DPRD, maka bagaimana ke depan kita bisa mendukung DPRD agar kuat menjalankan tupoksinya, serta memastikan aspirasi rakyat Kabupaten Garut dapat terakomodasi dan dikawal dengan baik,” jelasnya.
Selain isu sosial dan pemerintahan, pembahasan juga menyoroti kawasan konservasi di Kabupaten Garut, termasuk kemungkinan mendorong lahirnya regulasi yang mendukung upaya pelestarian lingkungan, khususnya perlindungan kawasan penyangga air.
Terkait persoalan alih fungsi lahan, Ilham menegaskan bahwa DPC PDI Perjuangan Garut saat ini masih melakukan kajian mendalam sehingga belum dapat menyampaikan pernyataan teknis secara spesifik. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga fungsi kawasan sesuai peruntukannya.
“Poinnya adalah kita ingin mendukung agar fungsi kawasan tetap sesuai semestinya. Ada istilah ‘lamun leuweung hejo, rakyat ngejo’. Kawasan penyangga air harus tetap menjadi penyangga air, bukan berubah menjadi gentong air yang justru menimbulkan masalah,” tegas Ilham.
Ia juga mengaitkan isu tersebut dengan refleksi berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang salah satunya dipicu oleh perubahan fungsi kawasan. Garut sendiri, menurutnya, pernah mengalami bencana serupa pada tahun 2017–2018 yang harus menjadi pelajaran ke depan.
Selain itu, aktivitas galian dan pertambangan di Garut juga menjadi bagian dari kajian DPC PDI Perjuangan. Ilham menekankan perlunya keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan kepentingan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin fungsi kelestarian kawasan tetap terjaga, tapi harapan ekonomi masyarakat juga bisa terakomodir. Semua itu harus dikaji dengan matang. Prinsipnya, Garut harus mengedepankan konsep 3P: People, Profit, dan Planet. Kawasannya lestari, namun ekonomi masyarakatnya juga maju,” pungkasnya.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara DPC PDI Perjuangan Garut dengan DPRD Kabupaten Garut dalam mengawal kebijakan dan aspirasi rakyat demi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Rus)




