KAB. BANDUNG //Jabadar.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026 tingkat Kecamatan Rancaekek tidak hanya menjadi forum teknokratis perencanaan pembangunan, tetapi juga panggung konsolidasi arah kebijakan politik anggaran daerah.Forum yang digelar di GSG Desa Rancaekek Wetan, Kabupaten Bandung, Senin (9/2/2026) ini menjadi momentum penting dalam menentukan wajah APBD Kabupaten Bandung Tahun 2027.

Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Rancaekek, Gugum Gumilar, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan instrumen strategis yang menentukan kualitas perencanaan pembangunan Kabupaten Bandung ke depan.
“Perencanaan pembangunan tidak boleh bersifat simbolik. Musrenbang adalah proses panjang dari bawah yang harus kita jaga substansinya, agar setiap usulan benar-benar berdampak dan memiliki peluang realisasi,” ujar Gugum dalam forum yang dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bandung Dapil IV, perwakilan OPD, Forkopimcam Rancaekek, kepala UPT, para kepala desa, serta tokoh masyarakat
Gugum mengungkapkan bahwa pada tahap awal, terdapat sekitar 600 usulan pembangunan yang masuk dari desa dan kelurahan di Kecamatan Rancaekek, dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp3,97 miliar.
Namun, melalui mekanisme perencanaan berjenjang, penilaian teknis, serta penyesuaian dengan kemampuan fiskal daerah, usulan tersebut kemudian diseleksi secara objektif hingga menghasilkan 129 usulan prioritas yang diusulkan masuk dalam RKPD Kabupaten Bandung Tahun 2027.
Kita harus jujur pada kondisi fiskal. Tidak semua aspirasi bisa langsung diakomodasi, tetapi skala prioritas inilah yang memastikan pembangunan tetap berjalan efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.
Sebanyak 129 usulan prioritas tersebut berasal dari 13 desa dan kelurahan, dengan rincian antara lain Desa Jelegong dan Desa Rancaekek Wetan sebagai penyumbang usulan terbanyak, disusul desa-desa lain.
Gugum menilai sebaran usulan ini mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat, terutama pada sektor pelayanan dasar, kesehatan, pendidikan, infrastruktur permukiman, dan perhubungan.
“Ini bukan angka semata, tapi potret persoalan riil di lapangan yang membutuhkan kehadiran negara,” ujarnya.
Terdistribusi ke 15 OPD, Fokus pada Pelayanan Dasar
Lebih lanjut dijelaskan, 129 usulan RKPD 2027 Kecamatan Rancaekek telah terdistribusi ke 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bandung. Sektor dengan usulan terbanyak antara lain Dinas Kesehatan, Disperkimtan, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, dan Dinas PUTR.
Sementara itu, beberapa OPD seperti Disnaker, Diskop UKM, Dinas Ekraf, dan Disperdagin tidak menerima usulan pada tahun perencanaan ini, yang menurut Gugum menunjukkan bahwa Musrenbang berjalan secara selektif dan tidak administratif semata.
Gugum menegaskan bahwa Musrenbang bukan satu-satunya jalur pembiayaan pembangunan. Usulan yang belum terakomodasi masih memiliki peluang diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD maupun kebijakan top-down pemerintah daerah.
“Kami berharap dukungan DPRD dan OPD agar aspirasi masyarakat Rancaekek tetap mendapat ruang dalam berbagai skema kebijakan pembangunan,” katanya.
Menutup sambutannya, Gugum Gumilar mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga unsur masyarakat sipil.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kualitas perencanaan dan kekuatan kolaborasi.
“Dengan perencanaan yang rasional, transparan, dan partisipatif, kita ingin memastikan pembangunan Rancaekek bergerak sejalan dengan visi besar Kabupaten Bandung yang berkelanjutan dan berkeadilan,” pungkasnya.
Legislator Muda Faisal Radi dari Praksi Demokrat Melalui Musrenbang RKPD 2026 di Rancaekek ini,menegaskan ” komitmen politiknya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Rancaekek agar terimplementasi secara nyata dalam kebijakan daerah. Ia berharap perencanaan yang disusun mampu menjadi pijakan kuat bagi pembangunan Kabupaten Bandung yang efektif, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Editor : Yopi




