Bandung, Jabadar. com// Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Islam Bina Essa (STEBI BINA ESSA) mengukir momen bersejarah melalui Wisuda ke-2 yang diselenggarakan secara meriah di Convention Hall, Harris Hotel dan Convention, Bandung.pada Kamis, 12 Pebruari 2026. Acara ini dihadiri oleh 270 wisudawan bergelar Sarjana Ekonomi untuk Program Sarjana (S1), keluarga, dan para civitas akademika dengan mengusung tema “Rangkai Harmoni, Melangkah Menuju BINA ESSA University”.
Kegiatan ini dilakukan dalam upaya mencetak sumber daya manusia mumpuni dan unggul menuju Visi Indonesia Emas 2045 dan penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional.
Saat ini, Indonesia tengah berada dalam momentum strategis dengan bonus demografi, sekitar lebih dari 70 persen penduduk berada pada usia produktif, sehingga merupakan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Tantangan terbesarnya adalah menyiapkan kualitas sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan dan daya saing skala internasional.
Disinilah kehadiran STEBI BINA ESSA yang berada dibawah naungan Yayasan Harmoni Cendekia Insani menjawab tantangan tersebut dengan kehadiran dua (2) program studi unggulan berbasis syariah yaitu Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah yang berorientasi pada pembentukan lulusan ekonomi Islam yang adaptif, inovatif, dan visioner.
Dalam sambutannya, Ketua STEBI BINA ESSA, Prof. Dr. H. Cecep Wahyu Hoerudin, M.PD menyampaikan rasa bangga kepada seluruh wisudawan atas pencapaian mereka.
“Hendaknya para wisudawan mampu bersikap adaptif, berjejaring dan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menangkap sekecil apapun peluang kerja dan bisnis”, ujarnya.

Profesor lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung ini menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu mengelola peluang bonus demografi dan transformasi ekonomi nasional.
“Indonesia Emas tidak lahir dari angka statistik semata, tetapi dari kualitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi harus melahirkan lulusan yang bukan hanya siap kerja, tetapi siap memimpin transformasi ekonomi,” tegasnya.
Dia berpesan kepada wisudawan bahwa generasi sarjana ekonomi Islam harus tampil sebagai aktor utama dalam arus perubahan ekonomi nasional.
“Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika generasi terdidik hanya menjadi penonton. Kalian harus menjadi arsitek masa depan ekonomi bangsa,” pesannya.
Ditambahkan Profesor Cecep, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor pertumbuhan nasional. Berdasarkan data Global Islamic Economy Indicator (GIEI) dan laporan State of the Global Islamic Economy, Indonesia termasuk tiga besar negara dengan ekosistem ekonomi syariah terbesar di dunia.
“Kontribusi industri halal terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional terus meningkat, dengan nilai ekonomi syariah Indonesia diperkirakan mencapai ribuan triliun rupiah per tahun. Ekonomi syariah bukan lagi sektor marginal, melainkan kekuatan baru yang mampu mendorong industri, keuangan, UMKM, dan ekonomi rakyat. Nah, ditangan kalianlah sebagai generasi muda terdidik bisa menaikkan level ekonomi syariah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Profesor Cecep Wahyu mengatakan bonus demografi harus diarahkan menjadi bonus produktivitas, bukan menjadi beban sosial.
“Jika generasi muda hanya menjadi pencari kerja, bonus demografi akan berubah menjadi krisis sosial. Karena itu, jadilah pencipta nilai, inovator, dan pemimpin ekonomi,” tutup Profesor Cecep Wahyu.
Diawali dengan Sidang Senat Terbuka, prosesi kegiatan wisuda berlangsung khidmat dan penuh makna ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada Wisudawan berprestasi meraih Cum laude kepada Selly Silviawati IPK 3,88, Wisudawati Rismawati IPK 3,88 dan Desi Dahliani Fadillah IPK 3,87. Pengukuhan gelar sarjana imi menjadi simbol bagi peran baru para lulusan dalam ekosistem ekonomi nasional.
Selain itu, momentum Wisuda STEBI Bina Essa Bandung Barat menegaskan kembali perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga menyiapkan generasi strategis untuk memperkuat ekonomi syariah dan daya saing Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.***
Editor: Arif/Yopi




