GARUT, Jabadar.Com // Peringatan Hari Jadi Kabupaten Garut 213 : kembali digelar di tengah ironi besar. Di usia daerah yang terus bertambah, realitas kehidupan rakyat justru menunjukkan stagnasi bahkan kemunduran. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menilai bahwa menyebut kondisi hari ini sebagai “Garut Hebat” bukan hanya prematur, tetapi bentuk pengaburan terhadap kegagalan pemerintah daerah dalam menunaikan tanggung jawabnya.
Hingga hari jadi ini diperingati, belum terdapat perkembangan signifikan yang dirasakan oleh masyarakat kabupaten Garut. Kemiskinan masih mengakar, pengangguran muda dibiarkan tanpa arah, kualitas pendidikan tidak menunjukkan lompatan berarti, pelayanan kesehatan timpang, dan infrastruktur desa rusak seolah menjadi pemandangan normal. Ironisnya, semua problem ini seakan hilang dari narasi resmi pemerintah yang sibuk memoles citra dan merayakan keberhasilan semu.
Hari Jadi Garut 213 : seharusnya menjadi momen evaluasi TOTAL berani mengakui kekurangan, membuka ruang kritik, dan menjadikan aspirasi rakyat sebagai dasar utama perumusan kebijakan. Tanpa evaluasi yang jujur dan komitmen perubahan yang nyata, visi besar hanya akan menjadi slogan kosong tanpa makna.
KAMMI menegaskan bahwa kami tidak akan diam melihat daerah ini berjalan tanpa arah. Kami menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah daerah, transparansi penggunaan anggaran, serta keberanian politik untuk mengakui kegagalan dan melakukan perbaikan nyata. Garut tidak butuh slogan, Garut butuh kerja nyata dan keberpihakan pada rakyat.
Jika pemerintah daerah tidak mampu menghadirkan perubahan yang substansial, maka rakyat termasuk mahasiswa berhak mempertanyakan legitimasi moral kepemimpinan yang ada.
*KAMMI GARUT*
*Hentikan Pencitraan*!
*Lawan Ketidakadilan*!
*Garut Hebat Harus Dibuktikan*, *Bukan Diteriakkan*!
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( KAMMI )




