Kab.Bandung,Jabadar.com// Camat Dayeuhkolot Drs. Asep Suryadi, M.KP., beserta jajaran menghadiri sekaligus meresmikan Pembukaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wilayah Kecamatan Dayeuhkolot tepatnya di Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, pada Selada siang, (17/2/2026).
Turut serta hadir dalam kegiatan tersebut Danramil Dayeuhkolot dan Kapolsek Dayeuhkolot beserta tokoh masyarakat setempat, dan Mantan Anggota DPRD Kabupaten Bandung, H. Tedi..
Program MBG sangatlah penting karena ini program pemerintah pusat dibidang pembangun daya manusia sekaligus sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada kelompok rentan seperti anak anak sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui.
Camat Asep Suryadi mengatakan kepada pengelola dapur SPPG yang dikelola oleh yayasan INDHIFA FOUNDATION agar segera bekerja sama dengan Puskesmas setempat dalam membuat Sertifikat Layak Higienitas dan Sanitasi (SLHS) untuk menjamin mutu makanan dan kebersihan lingkungan dapur, sebagai langkah preventif untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, pesannya.
Ia juga mengungkapkan apresiasinya kepada Yayasan INDHIFA FOUNDATION yang telah mampu melangkah berperan dalam program strategis nasional untuk memenuhi kebutuhan gizi nasional dalam program MBG.
“Yayasan ini mengambil peran ikut melayani publik, walaupun latar belakang mereka pengusaha, namun dengan berkiprahnya pengusaha didalam program MBG ini secara otomatis menjadi pengusaha yang berorientasi kepada pelayanan publik, karena sajian atau produk yang dihasilkan dari dapur ini adalah untuk melayani kebutuhan gizi publik, anak sekolah, dan masyarakat B3 yaitu Balita, Bumil (Ibu Hamil) dan Busui (Ibu menyusui),” ungkap Asep.

Lebih dalam Dipaparkan Asep, Program MBG ini bukan sekadar tentang pemberian makanan, melainkan investasi besar pemerintah untuk masa depan bangsa. Dapur SPPG ini adalah fondasi utama untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang optimal demi membangun generasi yang cerdas dan produktif dalam menyongsong generasi Indonesia Emas 2045.
Untuk itu, Asep mengajak seluruh elemen, baik pemerintah desa, sekolah, hingga orang tua, untuk bersama-sama menyukseskan program ini dengan selalu bersinergi dan pengelola dapur agar senantiasa menjaga kebersihan, kualitas bahan makanan, dan ketepatan distribusi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa dan penerima manfaat lainya.
“Semoga program MBG ini mampu menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja dan menggunakan bahan baku dari produk lokal. Dan jika di kemudian hari terdapat kekurangan dalam penyajian atau distribusi, mohon disampaikan langsung kepada pihak dapur SPPG agar segera dilakukan perbaikan, tanpa harus melalui media sosial yang dapat menimbulkan kegaduhan,” tandasnya.
Sementara itu , Kepala Dapur SPPG Dayeuhkolot 4 Robertus yang didampingi pembina yayasan INDHIFA FOUNDATION selaku pengelola dapur, M Arif Hidayat menegaskan bahwa dapur SPPG nya sudah dilengkapi dengan Ahli Gizi dan Chef yang profesional. Untuk menghindari kejadian Luar Biasa, pihaknya sudah berkordinasi dengan Puskesmas dalam ajuan pengujian beberapa indikator dalam pemenuhan syarat layak higienitas dan sanitasi untuk menjamin produk makanan aman disajikan, tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa dapur SPPG Dayeuhkolot 4 Sukabirus ini akan melayani sebanyak 2.500 penerima manfaat. dengan perincian 2.000 untuk siswa sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP dan SMA, sementara 500 porsi untuk B3 yaitu Bumil, Busui dan Balita. ***
Editor: Arif/Yopi




