RANCAEKEK KENCANA, KAB. BANDUNG//Jabadar.com – Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Golkar, Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., sukses melaksanakan reses Masa Sidang I Tahun 2026 di Aula SMK Rancaekek Kencana pada Selasa (24/02/2026)
Kegiatan ini menjadi ajang serap aspirasi strategis,khususnya terkait optimalisasi program Bantuan Keluarga Miskin dan Mampu (BELAWARGA) serta solusi atas kendala layanan kesehatan masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh pemangku kepentingan kunci, mulai dari Plt. Camat Rancaekek Gugum Gumilar, S.STP., M.Si., Lurah Kencana, unsur TNI/Polri (Babinsa & Bhabinkamtibmas), hingga tokoh agama, mahasiswa, dan kader PKK.
Dalam sambutannya, Plt. Camat Rancaekek Gugum Gumilar mengapresiasi peran aktif Fraksi Golkar dalam mengawal pembangunan di wilayahnya. Meski banyak bantuan yang telah dirasakan manfaatnya, ia mengakui masih ada warga yang belum terakomodasi akibat keterbatasan anggaran. Menjelang bulan suci, Gugum juga menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh hadirin.
Solusi Cepat Aktivasi BPJS
Menanggapi keluhan warga mengenai akses kesehatan, Dr. H. Cecep Suhendar menekankan pentingnya reaktivasi data BPJS Kesehatan (JKN) dan PBI. Ia menjelaskan bahwa proses ini kini bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui koordinasi dengan Puskesos dan Kelompok Sosial Masyarakat (KSM) di tingkat desa.
“Masyarakat bisa mengecek data dan melakukan aktivasi melalui aplikasi dengan rekomendasi dari Dinas Sosial. Namun, untuk mereka yang terkendala teknologi atau butuh penanganan mendesak, kami menghadirkan solusi konkret di lapangan,” ujar Cecep saat diwawancarai.
Sebagai langkah nyata untuk memangkas birokrasi dan antrean panjang, Cecep mengumpulkan 5 orang Petugas Sosial Masyarakat (PSM) dari setiap desa se-Kecamatan Rancaekek bersama perwakilan Dinas Sosial. Tim ini diterjunkan langsung untuk memberikan panduan teknis aktivasi layanan BPJS secara cepat dan tepat sasaran.
Kegiatan ditutup dengan sesi penjaringan aspirasi, di mana warga mengusulkan penguatan pemberdayaan bagi kelompok belum mampu melalui kolaborasi intensif antara pemerintah desa dan kelurahan setempat.
Penulis :Sandi
Editor : Yopi




