Kab. Bandung, Jabadar.com// Kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025–2026 Anggota DPR RI/MPR RI Komisi IV Fraksi Partai Golkar Dadang M. Nasser di Aula Al-Barkah, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (25/2/2026) berlangsung penuh kehangatan dan sarat makna.
Dalam forum tatap muka bersama jajaran pengurus PK, kader, sesepuh, dan masyarakat di lima kecamatan yaitu Kecamatan Pangalengan, Cimaung, Banjaran, Arjasari, Pameungpeuk, politisi Partai Golkar asal Daerah Pemilihan Jabar II ini menyampaikan capaian kinerja dan prestasi yang telah diperoleh selama kurun waktu 1 tahun menjabat.
Capaian tersebut adalah:
Pertama, memberikan bantuan benih padi sebanyak 18000 hektar.
Kedua, mendorong petani anggur dan buah buahan untuk meningkatkan produksi agar mengurangi impor.
Ketiga, memberikan kurang lebih 200 alat dan mesin pertanian yang tersebar melalui perwakilan petani yang telah terdaftar pada SIMLUHTAN di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.
Keempat, dipercaya di Panja Pupuk dan Panja Pangan.
Kelima, memberikan beasiswa lulusan SMA Sederajat untuk Pentaru Politeknik Perikanan dan Kelautan.
Keenam, penggagas agroforesty penanggulangan kerusakan hutan.
Ketujuh, bantuan peternakan berupa ayam petelur sebanyak 12000 ekor kepada 20 kelompok tani yang telah terdaftar di SIMLUHTAN (Sistem Penyuluh Pertanian).
Kedelapan, mengawal distribusi pupuk di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.
Kesembilan, diundang oleh Negara China dalam rangka studi banding system pertanian modern dan perumusan RUU.
Kesepuluh, telah memberikan bantuan Bioflok kepada 15 kelompok, dan bantuan 1,2 jt benih ikan.

Anggota DPR RI Dadang M. Nasser
menyebut selain bersilaturahim, reses ini sebagai forum serap aspirasi, keluhan, dan harapan lintas batas yang disampaikan masyarakat. Ini menjadi catatan kami buat dibawa ke Jakarta.
“Keluhan ada masalah sekolah rusak, jalan jelek (butut), rutilahu, gaji guru PPPK Paruh Waktu, termasuk masalah program MBG sudah nyampai ke kita dan akan dibawa ke Jakarta untuk kita buatkan rekomendasi kepada pemerintah pusat guna dicarikan solusi kongrit (penyelesaiannya),” kata Dadang M. Naseer.
Ia juga menyoroti keluhan program MBG yang diberikan dalam bentuk keringan pada saat bulan puasa ini, tetapi kurang memenuhi standar gizi dan harganya juga tidak sesuai.
“Masalah MBG ini ribut terus sampai Jakarta termasuk keluhan ada oknum yang meminta uang setor ke pihak yayasan sebagai pengelola SPPG sebesar Rp500 perorang/perporsi,” ungkap Dadang M. Nasser.
Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini sudah bagus (baik), hanya masalahnya pada implementasi dilapangan saja yang perlu dievaluasi dan dibenahi oleh negara (pemerintah).
Dadang juga berharap keberadaan program MBG bisa dikurangi dengan lebih difokuskan pada MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) saja.
“Terus yah tadi program MBG ini tidak harus menjadi program yang jor-joran tetapi harus dibatasi dengan berorientasi pada MBR, sehingga nantinya tidak akan terjadi pengurangan porsi program dan anggaran bidang lainnya seperti bidang pendidikan dan kesehatan yang juga sama-sama dibutuhkan masyarakat.Ini perlu dievaluasi,” tutupnya. ***
Editor: Arif/Yopi




