GARUT, Jabadar.Com // Suasana senja di Kecamatan Samarang, Rabu (25/2/2026), terasa berbeda. Cahaya matahari yang perlahan meredup berpadu dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Masjid Besar Kecamatan Samarang, menciptakan nuansa khusyuk menjelang salat tarawih berjamaah. Di momentum penuh berkah itu, Baznas Kabupaten Garut kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menyalurkan kebaikan melalui santunan bagi warga yang berhak menerima.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan perdana Pemerintah Kabupaten Garut yang dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di wilayah Kecamatan Samarang. Kehadiran unsur pimpinan daerah menambah khidmat suasana, mulai dari Kapolsek, Dandim, Sekretaris Daerah, hingga Ketua DPRD Kabupaten Garut yang turut membersamai masyarakat dalam kebersamaan penuh kehangatan.
Namun di balik rangkaian acara seremonial, perhatian publik tertuju pada kiprah Baznas Garut. Lembaga pengelola zakat tersebut tidak sekadar hadir sebagai pelengkap agenda, melainkan tampil sebagai motor penggerak kepedulian sosial yang nyata dan terukur.

Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan hanya agenda rutin tahunan, melainkan ruang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus momentum memperkuat solidaritas sosial.
“Hari ini kita melaksanakan Safari Ramadan pertama di Kecamatan Samarang. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat begitu besar. Hadir bersama kita unsur Forkopimcam, Sekda Garut, dan Ketua DPRD. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kekuatan kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa santunan yang disalurkan melalui Baznas Garut diberikan kepada warga yang benar-benar memenuhi kriteria penerima manfaat, sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab sosial pemerintah daerah terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Rangkaian Safari Ramadan tahun ini direncanakan berlangsung di tiga titik lokasi, dengan Kecamatan Samarang sebagai pembuka kegiatan. Pemilihan Samarang bukan tanpa alasan. Wilayah ini dikenal memiliki semangat religius yang kuat serta partisipasi masyarakat yang tinggi dalam setiap kegiatan keagamaan.
Momentum tersebut dimanfaatkan Baznas Garut untuk memperluas jangkauan manfaat zakat, infak, dan sedekah. Santunan yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, melainkan simbol hadirnya kepedulian yang terorganisir, transparan, dan berkelanjutan. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, peran Baznas menjadi oase harapan.
Menjelang azan Isya berkumandang, satu per satu penerima santunan maju dengan wajah haru. Ucapan syukur dan doa mengiringi setiap penyerahan bantuan. Di sanalah nilai Ramadan menemukan maknanya yang paling hakiki: berbagi, menguatkan, dan menumbuhkan empati.
Safari Ramadan di Samarang pun bukan sekadar kunjungan kepala daerah. Ia menjadi panggung nyata kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Garut dan Baznas dalam merawat kebersamaan sosial. Dari Masjid Besar Samarang, pesan kepedulian menggema—bahwa zakat adalah jembatan solidaritas, dan Baznas Garut adalah penghubungnya.
Ramadan baru saja dimulai. Namun dari Samarang, cahaya kebaikan telah dinyalakan. (Rus)




