GARUT, Jabadar.Com // Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut memastikan kesiapan armada pengangkut sampah menjelang Hari Raya Idulfitri. Sebanyak 36 armada disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah yang biasanya terjadi saat momentum Lebaran.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan rutin terhadap seluruh armada usai mengikuti rapat bersama Abdusy Syakur Amin, Bupati Garut.
Menurutnya, pemeriksaan armada dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh kendaraan pengangkut sampah dalam kondisi siap beroperasi selama masa Lebaran.
“Menjelang Hari Raya Idulfitri biasanya volume sampah meningkat. Karena itu kami dari DLH sudah melakukan pengecekan terhadap 36 armada pengangkut sampah. Saat ini memang ada satu armada yang sedang dalam proses perbaikan, namun Alhamdulillah kami bergerak cepat agar armada tersebut segera bisa kembali beroperasi,” ujar Jujun kepada awak media.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu mengetahui bahwa pada hari H Idulfitri hingga H+1 atau H+2 kemungkinan terjadi sedikit keterlambatan dalam pengangkutan sampah. Hal ini dikarenakan petugas juga menjalankan ibadah salat Idulfitri dan bersilaturahmi dengan keluarga.
“Pada hari H sampai H+1 atau H+2 pengangkutan sampah kemungkinan agak terlambat. Karena petugas juga melaksanakan salat sunat Idulfitri yang biasanya berlangsung hingga sekitar pukul 08.00 sampai 09.00 WIB. Setelah itu mereka juga bersilaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan kerabat,” jelasnya.
Meski demikian, DLH Garut tetap memastikan pelayanan pengangkutan sampah berjalan. Armada biasanya mulai bergerak sekitar pukul 10.00 WIB untuk mengangkut tumpukan sampah di berbagai wilayah.
Selain itu, DLH juga mengatur sistem kerja petugas melalui pembagian shift agar pelayanan tetap berjalan. Dari total 36 armada yang tersedia, sebagian bertugas pada shift pagi dan sisanya pada shift siang untuk menutup kekurangan petugas yang tidak bisa hadir pada pagi hari.
“Jadi sistem kerja kita dibagi dalam beberapa shift. Misalnya dari 36 armada yang ada, sebagian bertugas di pagi hari dan sebagian lagi di siang hari. Jika ada petugas yang tidak bisa hadir di pagi hari, maka akan dihandle oleh petugas pada shift berikutnya,” katanya.
Terkait pengelolaan sampah di kawasan wisata, Jujun menegaskan bahwa hal tersebut menjadi tanggung jawab pengelola wisata masing-masing. Namun DLH tetap melakukan pengawasan dan penjadwalan pengangkutan sampah di wilayah yang terjangkau oleh Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Untuk kawasan wisata, pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab pengelola wisata itu sendiri. Sementara untuk wilayah utara yang terjangkau TPA, kami tetap menyiapkan penjadwalan pengangkutan. Hanya saja mungkin ada keterlambatan karena penyesuaian ritme kerja petugas di masa Lebaran,” pungkasnya.
DLH Garut pun mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan serta membuang sampah pada tempatnya, terutama selama perayaan Idulfitri agar kondisi lingkungan tetap bersih dan nyaman. (Rus)




