Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemerintahan

Wakil Bupati Garut Putri Karlina Sidak Pasar Andir Bayongbong, Temukan Harga LPG 3 Kg Tembus Rp30 Ribu

0
×

Wakil Bupati Garut Putri Karlina Sidak Pasar Andir Bayongbong, Temukan Harga LPG 3 Kg Tembus Rp30 Ribu

Sebarkan artikel ini

GARUT, Jabadar.Com // Keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan melonjaknya harga gas LPG 3 kilogram mendorong Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Andir Bayongbong, Kabupaten Garut, Jumat (13/3/2026).

 

Didampingi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sidak tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi distribusi dan harga gas LPG bersubsidi yang belakangan ramai dikeluhkan warga di berbagai media sosial.

 

Dalam kunjungan tersebut, Putri Karlina berdialog langsung dengan para pedagang, pemilik pangkalan gas, serta masyarakat yang tengah berbelanja di pasar. Ia mengaku awalnya berencana melakukan pengecekan ke Pasar Kadungora. Namun setelah membaca banyak komentar masyarakat yang menyebut kondisi di Pasar Andir Bayongbong lebih parah, ia memutuskan mengubah rute sidaknya.

 

“Saya melihat di media sosial banyak yang membicarakan kelangkaan gas LPG. Awalnya saya ingin ke Pasar Kadungora, tetapi karena banyak komentar yang menyebut kondisi di Pasar Andir Bayongbong, akhirnya saya datang ke sini dan ternyata memang benar,” ujarnya.

 

Dalam dialog dengan para pangkalan gas dan pedagang, Putri Karlina menerima sejumlah keluhan terkait distribusi LPG di tingkat bawah. Bahkan di lokasi, ia langsung menghubungi pihak penyuplai LPG wilayah Garut untuk memastikan kondisi pasokan.

 

Hasil komunikasi tersebut menunjukkan bahwa secara resmi pasokan LPG di Kabupaten Garut sebenarnya tidak mengalami kelangkaan.

 

“Saya sudah menghubungi pihak penyuplai wilayah Kabupaten Garut. Dari sisi suplai sebenarnya tidak langka, dan tingkat permintaan juga tidak meningkat secara signifikan. Polanya hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

 

Namun, berdasarkan informasi dari para pangkalan, lonjakan harga justru dipicu oleh praktik penjualan ulang oleh pengecer atau warung. Banyak pengecer membeli LPG dari pangkalan dalam jumlah terbatas, kemudian menjualnya kembali dengan harga jauh lebih tinggi kepada masyarakat.

Baca Juga  *Kunjungi Ibu Melahirkan Saat Harganas, Menteri Wihaji Ingin Tradisi Ini Terus Terjaga*

 

Akibat praktik tersebut, harga LPG 3 kilogram yang seharusnya dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) justru melonjak hingga Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per tabung, hampir dua kali lipat dari harga normal.

 

Putri Karlina mengimbau masyarakat agar membeli LPG langsung di pangkalan resmi untuk menghindari harga yang tidak wajar. Ia juga menyoroti adanya praktik penimbunan kecil-kecilan yang dilakukan di tingkat warung.

 

“Kadang bukan penimbunan besar, tetapi kecil-kecil di warung. Misalnya satu warung menyimpan lima tabung, lalu ada sepuluh warung, berarti sudah ada 50 tabung yang tertahan di jalur distribusi,” katanya.

 

Menurutnya, kondisi tersebut membuat stok di pangkalan cepat habis, sementara masyarakat harus membeli dengan harga jauh lebih mahal di tingkat pengecer.

 

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut berencana memperketat pengawasan distribusi LPG bersubsidi. Wakil Bupati mengaku telah meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Garut segera melakukan konsolidasi dengan agen, Hiswana Migas, serta pihak penyuplai untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan.

 

Selain itu, Inspektorat juga menyatakan kesiapan untuk ikut berkolaborasi dalam pengawasan lintas instansi.

 

“Kita akan melakukan sidak bersama tim satgas untuk melakukan kontrol. Waktunya memang sangat mepet, tetapi pemerintah harus hadir dan berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Harga Minyak Goreng Ikut Terkerek

Selain LPG, Putri Karlina juga menyoroti kenaikan harga minyak goreng di sejumlah warung. Menurutnya, pola kenaikan tersebut hampir sama dengan LPG, bukan karena stok yang langka melainkan karena rantai distribusi yang tidak langsung.

 

Ia menjelaskan bahwa dari sisi pasokan pemerintah melalui Bulog sebenarnya tidak ada masalah, karena stok masih mencukupi dan harga relatif stabil.

Baca Juga  *Peringatan HUT RI ke-80 Sukses, Bupati Kang DS Beri Beasiswa untuk Semua Petugas Upacara*

 

Namun, banyak warung yang tidak bermitra langsung dengan distributor resmi sehingga harus membeli dari supplier lain dengan harga lebih tinggi. Kondisi ini akhirnya memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

 

Putri Karlina menilai fenomena tersebut kerap terjadi menjelang momentum hari besar keagamaan, termasuk menjelang Idulfitri.

 

“Permainan spekulasi menjelang Lebaran memang sering terjadi. Karena itu pemerintah harus bekerja lebih keras. Satgas harus terus berkeliling melakukan koordinasi dan pengawasan agar harga tetap terkendali,” pungkasnya. (Rus)

Example 300250
Example 120x600
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 328000631

article 328000632

article 328000633

article 328000634

article 328000635

article 328000636

article 328000637

article 328000638

article 328000639

article 328000640

article 328000641

article 328000642

article 328000643

article 328000644

article 328000645

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

article 888000061

article 888000062

article 888000063

article 888000064

article 888000065

article 888000066

article 888000067

article 888000068

article 888000069

article 888000070

article 888000071

article 888000072

article 888000073

article 888000074

article 888000075

article 888000076

article 888000077

article 888000078

article 888000079

article 888000080

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 868100051

article 868100052

article 868100053

article 868100054

article 868100055

article 868100056

article 868100057

article 868100058

article 868100059

article 868100060

article 868100061

article 868100062

article 868100063

article 868100064

article 868100065

article 868100066

article 868100067

article 868100068

article 868100069

article 868100070

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

cuaca 898100041

cuaca 898100042

cuaca 898100043

cuaca 898100044

cuaca 898100045

cuaca 898100046

cuaca 898100047

cuaca 898100048

cuaca 898100049

cuaca 898100050

cuaca 898100051

cuaca 898100052

cuaca 898100053

cuaca 898100054

cuaca 898100055

cuaca 898100056

cuaca 898100057

cuaca 898100058

cuaca 898100059

cuaca 898100060

cuaca 898100061

cuaca 898100062

cuaca 898100063

cuaca 898100064

cuaca 898100065

cuaca 898100066

cuaca 898100067

cuaca 898100068

cuaca 898100069

cuaca 898100070

cuaca 898100071

cuaca 898100072

cuaca 898100073

cuaca 898100074

cuaca 898100075

cuaca 898100076

cuaca 898100077

cuaca 898100078

cuaca 898100079

cuaca 898100080

cuaca 898100081

cuaca 898100082

cuaca 898100083

cuaca 898100084

cuaca 898100085

cuaca 898100086

cuaca 898100087

cuaca 898100088

cuaca 898100089

cuaca 898100090

cuaca 898100091

cuaca 898100092

cuaca 898100093

cuaca 898100094

cuaca 898100095

cuaca 898100096

cuaca 898100097

cuaca 898100098

cuaca 898100099

cuaca 898100100

cuaca 898100101

cuaca 898100102

cuaca 898100103

cuaca 898100104

cuaca 898100105

cuaca 898100106

cuaca 898100107

cuaca 898100108

cuaca 898100109

cuaca 898100110

cuaca 898100111

cuaca 898100112

cuaca 898100113

cuaca 898100114

cuaca 898100115

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 710000051

article 710000052

article 710000053

article 710000054

article 710000055

article 710000056

article 710000057

article 710000058

article 710000059

article 710000060

article 710000061

article 710000062

article 710000063

article 710000064

article 710000065

article 710000066

article 710000067

article 710000068

article 710000069

article 710000070

article 710000071

article 710000072

article 710000073

article 710000074

article 710000075

article 710000076

article 710000077

article 710000078

article 710000079

article 710000080

article 999990011

article 999990012

article 999990013

article 999990014

article 999990015

article 999990016

article 999990017

article 999990018

article 999990019

article 999990020

article 999990021

article 999990022

article 999990023

article 999990024

article 999990025

article 999990026

article 999990027

article 999990028

article 999990029

article 999990030

article 999990031

article 999990032

article 999990033

article 999990034

article 999990035

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

cuaca 638000001

cuaca 638000002

cuaca 638000003

cuaca 638000004

cuaca 638000005

cuaca 638000006

cuaca 638000007

cuaca 638000008

cuaca 638000009

cuaca 638000010

cuaca 638000011

cuaca 638000012

cuaca 638000013

cuaca 638000014

cuaca 638000015

cuaca 638000016

cuaca 638000017

cuaca 638000018

cuaca 638000019

cuaca 638000020

news-1701