GARUT, Jabadar.Com // Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Garut, dinamika internal partai mulai menjadi perhatian publik. Praktisi hukum, Cacan Cahyadi, melontarkan peringatan keras terkait dugaan intervensi kepentingan serta potensi keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam proses politik tersebut.
Menurut Cacan, Muscab merupakan forum strategis yang menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan partai di tingkat daerah. Karena itu, seluruh tahapan harus berlangsung secara transparan, jujur, dan bebas dari tekanan maupun kepentingan kelompok tertentu.
“Jika benar ada upaya penggiringan atau intervensi dalam Muscab, itu merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip demokrasi internal partai. Proses ini harus bersih dan independen,” tegasnya.
Ia menilai, sejumlah indikasi keganjilan yang mulai dirasakan sebagian kader tidak boleh diabaikan. Sekecil apa pun potensi penyimpangan, kata dia, harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi konflik internal yang lebih luas.
Cacan juga mendesak jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) hingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP untuk turun langsung mengawasi jalannya Muscab di Garut. Pengawasan tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh mekanisme organisasi berjalan sesuai aturan dan terbebas dari intervensi.
“PPP adalah partai besar dengan sejarah panjang. Jangan sampai ada oknum yang mengatur arah Muscab demi ambisi pribadi. Ini bisa merusak kepercayaan publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan pengawasan internal. Segala bentuk tekanan, intimidasi, maupun arahan terselubung, harus ditindak tegas demi menjaga legitimasi hasil Muscab.
“Kalau ada pelanggaran, jangan dibiarkan. Tindak sesuai aturan. Hasil Muscab harus legitimate dan tidak menimbulkan kegaduhan di kemudian hari,” tambahnya.
Kader Diminta Aktif Mengawal
Cacan turut mengimbau seluruh kader PPP di Kabupaten Garut untuk berperan aktif dalam mengawal proses Muscab. Ia menegaskan bahwa partisipasi kader sangat penting dalam menjaga integritas dan marwah partai.
“Jangan diam jika menemukan kejanggalan. Laporkan sesuai mekanisme. Ini demi menjaga kehormatan dan masa depan partai,” katanya.
Netralitas ASN Jadi Sorotan
Selain dinamika internal partai, Cacan juga menyoroti pentingnya netralitas ASN dalam setiap proses politik. Ia menegaskan bahwa ASN dilarang terlibat dalam aktivitas politik praktis, termasuk dalam Muscab partai.
Ia merujuk pada sejumlah regulasi yang mengatur hal tersebut, di antaranya:
••Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN
••Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS
••Ketentuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara
Menurutnya, aturan tersebut secara tegas mengharuskan ASN bersikap netral dan bebas dari pengaruh politik.
“Netralitas ASN itu harga mati. Kalau ada ASN yang terlibat dalam dinamika politik partai, itu pelanggaran serius dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Cacan.
Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menjunjung tinggi aturan yang berlaku agar pelaksanaan Muscab PPP Garut berjalan kondusif, demokratis, serta menghasilkan kepemimpinan yang sah dan diterima seluruh kader. (Rus)




