Kab Bandung//Jabadar.com – Sebuah tanda tanya besar kini tengah menyelimuti proyek pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT) di SDN Kecamatan Cileunyi. Proyek yang didanai oleh APBD Kabupaten Bandung melalui Dinas Pendidikan ini terpantau sedang berjalan, namun ada hal ganjil yang memicu rasa penasaran warga dan insan pers. Senin 27 April 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pembangunan yang menelan biaya ratusan juta rupiah ini seolah kehilangan pengawasan” Saat mencoba dikonfirmasi, baik pengawas lapangan, pihak pelaksana dari CV. Rays Karya, maupun perwakilan dari konsultan tidak satu pun yang menampakkan batang hidungnya di lokasi.
Ketidakhadiran pihak-pihak bertanggung jawab ini menimbulkan spekulasi dan pertanyaan mendasar terkait transparansi publik. Bagaimana kualitas pekerjaan dapat dijamin jika pengawas lapangan tidak berada di tempat? Serta, apa kendala yang membuat pihak pelaksana seolah enggan memberikan keterangan terkait progres pekerjaan?Padahal, keterbukaan informasi publik adalah hak masyarakat, terutama untuk proyek yang menggunakan anggaran daerah.
“Seharusnya ada koordinasi yang jelas di lapangan. Jika semua pihak bungkam atau tidak ada di tempat, wajar jika muncul kecurigaan atau setidaknya rasa penasaran dari publik,” ungkap salah satu pengamat kebijakan lokal yang enggan disebutkan namanya.
Pembangunan TPT SDN di Kec.Cileunyi )Nomor Kontrak: 020/081.11-BidangSD/2026,Nilai Kontrak:Rp 113.616.073,Dengan waktu pelaksanaan yang terbatas hanya 45 hari kalender, efektivitas dan pengawasan ketat menjadi harga mati agar proyek ini selesai tepat waktu dan tepat mutu.
Namun, fenomena “sulit ditemuinya” para penanggung jawab ini menjadi catatan merah. Publik kini menanti jawaban: Apakah pembangunan ini akan berjalan sesuai standar teknis yang ada, ataukah ketidakhadiran mereka di lapangan adalah sinyal adanya sesuatu yang ditutup-tutupi?
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih mencoba menghubungi pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut mengenai keberadaan para pengawas dan pelaksana di lapangan.
Penulis : Tim Korlap
Editor : Red




