Rancaekek //Jabadar.com – Proyek rehabilitasi ruang sekolah di SMPN 3 Rancaekek menjadi sorotan sejumlah pihak, khususnya pemerhati dan pemantau mutu pendidikan. Selain mempertanyakan aspek keselamatan kerja, mereka juga menyoroti keterbukaan informasi terkait pelaksanaan proyek yang saat ini sedang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut.Sabtu 8 Agustus 2026.
Berdasarkan pantauan di lokasi, area pekerjaan terlihat terbuka dan masih dapat diakses oleh siswa maupun masyarakat sekitar. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terlebih apabila aktivitas proyek berlangsung saat lingkungan sekolah masih digunakan untuk kegiatan pendidikan.
Beberapa pekerja yang terlihat di lokasi juga diduga tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap sebagaimana standar yang lazim diterapkan dalam pekerjaan konstruksi. Padahal penggunaan APD merupakan bagian penting dalam upaya mencegah risiko kecelakaan kerja.
“Keselamatan pekerja dan keamanan lingkungan sekolah harus menjadi prioritas. Apalagi ini berada di area pendidikan yang setiap hari berinteraksi dengan siswa dan tenaga pendidik,” ungkap salah seorang pemerhati pendidikan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Selain persoalan keselamatan kerja, sejumlah pihak juga mempertanyakan transparansi pelaksanaan proyek tersebut. Hingga berita ini ditulis, informasi terkait pelaksana kegiatan, nilai anggaran, maupun waktu pelaksanaan belum diperoleh secara lengkap.
Upaya konfirmasi kepada Kepala SMPN 3 Rancaekek, Lilis Latifah, belum membuahkan hasil. Beberapa kali tim Jabadar.com mendatangi sekolah untuk meminta keterangan resmi, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat. Selain itu, nomor kontak yang sebelumnya diketahui juga disebut telah berganti sehingga komunikasi belum dapat dilakukan.
Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat mengenai pengawasan dan keterbukaan informasi publik terhadap proyek yang dibiayai menggunakan anggaran pemerintah.
Masyarakat berharap pihak sekolah, pelaksana proyek, maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik. Transparansi pelaksanaan proyek pendidikan dinilai penting untuk memastikan anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah.
Hingga berita ini diterbitkan, tim Jabadar.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah, pelaksana kegiatan, dan dinas terkait guna memperoleh keterangan yang berimbang. Apabila terdapat tanggapan resmi, redaksi akan memuatnya pada pemberitaan selanjutnya sebagai bagian dari prinsip jurnalisme yang berimbang dan profesional.
Writer :Tim Investigasi
Editor : Red




