Garut, Jabadar.Com – Sabtu, 24 Mei 2025 menjadi hari bersejarah bagi warga Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul. Untuk pertama kalinya, desa ini menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) guna membentuk Koperasi Merah Putih – sebuah langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Musdesus yang berlangsung di aula kantor desa ini dihadiri berbagai elemen masyarakat. Hadir Kepala Desa beserta jajaran, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Koperasi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT/RW, tokoh masyarakat, hingga warga biasa. Suasana musyawarah berlangsung hidup dan partisipatif, mencerminkan antusiasme warga terhadap pembentukan koperasi yang digadang-gadang akan menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat desa.
Setelah melalui tahapan pemilihan secara demokratis, Lussy Ahmad Alusy, S.Pd., terpilih sebagai ketua Koperasi Merah Putih, menyisihkan sembilan kandidat lainnya. Lussy bukan sosok baru di tengah warga Sukabakti. Ia dikenal aktif dalam kegiatan sosial, serta memiliki latar belakang pendidikan yang kuat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukabakti, Wawan Gunawan, menyampaikan harapannya agar koperasi ini tak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar mampu memberikan manfaat nyata. “Kami ingin koperasi ini dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Fokus utamanya adalah menggali potensi lokal seperti pertanian dan perikanan. Semua harus kembali ke kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan Wawan, Asep Mulyana dari Dinas Koperasi menegaskan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang penguatan ekonomi desa melalui koperasi. “Musdesus ini merupakan mekanisme khusus yang diamanatkan regulasi. Hingga hari ini, hampir 297 desa di Kabupaten Garut telah membentuk koperasi serupa. Targetnya, seluruh desa sudah rampung sebelum 12 Juni,” jelasnya.
Sebagai ketua terpilih, Lussy membawa visi besar: menjadikan koperasi sebagai lokomotif ekonomi desa. “Kami ingin membuktikan bahwa koperasi bisa jadi alat perubahan. Potensi pertanian dan perikanan di Sukabakti sangat besar, begitu juga geliat UMKM-nya. Kami ingin semua sektor ini terintegrasi dalam koperasi,” tutur Lussy.
Langkah awal sudah diambil. Kini, perjalanan Koperasi Merah Putih Desa Sukabakti baru saja dimulai. Warga berharap, koperasi ini benar-benar mampu menjadi rumah ekonomi bersama—tempat di mana keuntungan tidak hanya dirasakan segelintir orang, tetapi menyentuh setiap lapisan masyarakat. (RUS)




